Redaksi
Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 15:14

Rupiah Melemah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Pasar Masih Tertekan

Rupiah Melemah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Pasar Masih Tertekan

Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa, 20 Januari 2026, dan bergerak nyaris menembus Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global dan penguatan dolar Amerika Serikat.

JAKARTA, BUKAMATANEWS — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Mata uang Garuda melemah dan bergerak di kisaran atas Rp16.900 per dolar Amerika Serikat (AS), nyaris menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS.

Pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS di pasar global seiring sikap bank sentral AS yang masih cenderung hawkish, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Sentimen tersebut membuat investor cenderung menarik dana dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Analis pasar uang menilai tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh kehati-hatian pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting, termasuk kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan data ekonomi global. Meski demikian, fundamental ekonomi domestik dinilai masih relatif terjaga dengan inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Bank Indonesia disebut terus melakukan langkah stabilisasi, baik melalui intervensi di pasar valas maupun pasar obligasi, guna menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali. Otoritas moneter juga mengimbau pelaku pasar agar tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek nilai tukar.

Pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS ini menjadi perhatian pelaku usaha dan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan impor dan sektor keuangan. Namun pemerintah optimistis tekanan tersebut bersifat sementara dan nilai tukar akan kembali stabil seiring membaiknya sentimen global.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.