Redaksi : Senin, 19 Januari 2026 12:22

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional, memiliki legalitas yang jelas, serta berorientasi pada pelayanan sosial bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan pelantikan Badan Pengurus Harian Masjid Nurul Ittihad, Kelurahan Kalukkuang, Kecamatan Tallo, untuk masa bakti 2025–2030, Minggu malam (18/1/2026).

Munafri mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak masjid di Makassar yang belum memiliki legalitas wakaf secara lengkap. Dari ribuan masjid yang berdiri, menurutnya, jumlah masjid yang telah mengantongi dokumen wakaf resmi tidak mencapai seratus.

“Ini menjadi persoalan serius. Banyak masjid dibangun oleh generasi terdahulu, namun proses wakafnya tidak terdokumentasi dengan baik sehingga berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Makassar, kata Munafri, akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Badan Wakaf, serta Badan Amil Zakat guna memastikan legalisasi aset wakaf masjid, sekaligus menjamin pengelolaan dana umat berjalan transparan dan dimanfaatkan kembali bagi kepentingan masyarakat.

Selain legalitas, Munafri yang akrab disapa Appi juga menyoroti kebersihan masjid sebagai indikator utama kualitas pengelolaan. Ia menegaskan, kondisi toilet masjid mencerminkan tingkat kepedulian pengurus terhadap kenyamanan jamaah.

“Jika toiletnya tidak bersih, bagaimana jamaah bisa merasa nyaman. Kebersihan masjid ini sifatnya fundamental,” tegasnya.

Lebih lanjut, Appi menekankan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat penyelesaian persoalan sosial, ruang komunikasi warga, serta sarana interaksi masyarakat sekitar. Karena itu, ia meminta pengurus masjid yang baru dilantik agar berperan aktif dan nyata, bukan sekadar tercantum dalam surat keputusan.

Munafri juga mendorong masjid menjadi ruang pembinaan generasi muda dengan pendekatan yang ramah anak. Menurutnya, anak-anak tidak seharusnya dijauhkan dari masjid hanya karena perilaku yang masih wajar.

“Biarkan anak-anak bermain di halaman masjid. Jangan terus-menerus dimarahi, karena merekalah generasi penerus yang kelak akan memakmurkan masjid,” katanya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Munafri mengingatkan agar masjid dipersiapkan secara optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Ia mengajak lurah, RT, dan RW untuk bersinergi memastikan kenyamanan akses dan lingkungan masjid bagi jamaah.