Redaksi
Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 15:14

Nadiem Makarim Alami Reinfeksi Luka, Tetap Jalani Sidang Kasus Korupsi Laptop di Tipikor Jakarta

Nadiem Makarim Alami Reinfeksi Luka, Tetap Jalani Sidang Kasus Korupsi Laptop di Tipikor Jakarta

Nadiem Makarim mengaku mengalami reinfeksi luka saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop pendidikan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 19 Januari 2026.

BUKAMATANEWS - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengaku kembali mengalami reinfeksi luka saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (19/1/2026).

Hal tersebut disampaikan Nadiem saat Ketua Majelis Hakim Purwanto menanyakan kondisi kesehatannya sebelum persidangan dimulai. Nadiem menjelaskan bahwa ia masih membutuhkan perawatan medis akibat luka yang kembali terinfeksi.

“Memang kondisi kesehatan saya pada saat ini saya mengalami reinfeksi daripada luka saya sehingga membutuhkan perawatan dan masih membutuhkan perawatan,” ujar Nadiem di hadapan majelis hakim.

Nadiem mengungkapkan, reinfeksi tersebut sudah terjadi sebanyak empat kali. Menurut keterangan dokter yang menanganinya, kondisi tersebut dipicu oleh lingkungan rumah tahanan yang dinilai kurang higienis.

“Dokternya pun bilang reinfeksi ini disebabkan karena kondisi yang tidak bisa dijaga higienisnya di dalam rumah tahanan. Jadi ini sudah reinfeksi keempat kali yang sudah terjadi, Yang Mulia,” kata Nadiem.

Meski demikian, Nadiem menegaskan kesiapannya untuk tetap mengikuti jalannya persidangan. Saat ditanya hakim apakah ia sanggup mengikuti sidang, Nadiem menyatakan kesediaannya.

“Bisa, Yang Mulia. Saya mau sidang,” ujarnya.

Sidang lanjutan kali ini beragendakan pemeriksaan saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan perangkat CDM pada program digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022.

Dalam kasus tersebut, Nadiem didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2,1 triliun. Ia didakwa bersama sejumlah pihak lain, yakni Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah tahun 2020–2021 Sri Wahyuningsih, Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020 Mulyatsyah, serta Konsultan Perorangan Kemendikbudristek Ibrahim Arief.

Perkara ini terus menjadi sorotan publik mengingat besarnya nilai kerugian negara serta dampaknya terhadap dunia pendidikan nasional.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.