Redaksi
Redaksi

Minggu, 11 Januari 2026 19:03

Bulog Pastikan Penyaluran Beras SPHP 1,5 Juta Ton Berjalan Tanpa Putus Sepanjang 2026

Bulog Pastikan Penyaluran Beras SPHP 1,5 Juta Ton Berjalan Tanpa Putus Sepanjang 2026

Bulog memastikan penyaluran beras SPHP 1,5 juta ton pada 2026 berjalan tanpa putus sepanjang tahun guna menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional.

BUKAMATANEWS — Perum Bulog memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada tahun 2026 akan dilakukan secara penuh dan berkesinambungan dengan target total mencapai 1,5 juta ton sepanjang tahun. Strategi ini ditempuh untuk mencegah terulangnya pola distribusi yang terhenti di tengah jalan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penyaluran beras SPHP ke depan akan dilaksanakan secara terus-menerus sejak awal hingga akhir tahun.

“Penyaluran beras SPHP 1,5 juta ton akan kami laksanakan sepanjang tahun. Tidak lagi terpotong-potong seperti sebelumnya,” ujar Rizal kepada wartawan di Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Rizal menjelaskan, pada 2025 realisasi penyaluran SPHP hanya mencapai 802.939 ton dari target 1,5 juta ton. Hal tersebut disebabkan penyaluran yang tidak konsisten dan sempat dihentikan dalam beberapa periode.

“Januari sampai Maret sempat berjalan, lalu berhenti di awal April, kemudian muncul lagi sekitar Agustus. Ke depan, kami harapkan penyaluran SPHP berjalan dari Januari sampai Desember tanpa terputus,” jelasnya.

Selain memperbaiki pola distribusi, Bulog juga tengah mengkaji kemungkinan relaksasi aturan pembelian beras SPHP di tingkat konsumen. Selama ini, masyarakat dibatasi hanya bisa membeli maksimal dua kemasan per orang.

“Ke depan, pembelian bisa saja ditambah agar perputaran barang lebih cepat. Namun hal ini akan kami ajukan dan koordinasikan terlebih dahulu dengan Badan Pangan Nasional,” kata Rizal.

Strategi penyaluran SPHP sepanjang tahun ini menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat kerja nasional Bulog yang digelar pada 11–12 Januari 2026. Rakernas tersebut dipimpin langsung oleh Ahmad Rizal Ramdhani dan diikuti seluruh pimpinan wilayah serta jajaran direksi Bulog.

Rizal menegaskan, rakernas ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Bulog tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta, maupun petani di lapangan,” ujarnya.

Selain penyaluran SPHP, rakernas juga membahas pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Pada 2026, Bulog ditugaskan menyerap gabah petani sebanyak 4 juta ton setara beras, meningkat dari target tahun sebelumnya sebesar 3 juta ton.

Tak hanya itu, Bulog juga mendapat penugasan menyerap jagung sebanyak 1 juta ton dan kedelai 70 ribu ton. Dalam sektor distribusi pangan lainnya, Bulog bersama BUMN pangan ID Food dan Agrinas Palma akan menyalurkan minyak goreng Minyakita sebanyak 720 ribu kiloliter dengan harga terjangkau.

“Kami juga menargetkan penjualan beras premium dan medium ke pasar sebesar 2,5 juta ton serta ekspor 1 juta ton. Seluruh target ini sedang dimatangkan agar pelaksanaan tahun 2026 berjalan lebih optimal,” pungkas Rizal.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer