Redaksi
Redaksi

Kamis, 08 Januari 2026 16:42

APBN 2025 Defisit Rp695,1 Triliun, Ini Kata Menkeu 

APBN 2025 Defisit Rp695,1 Triliun, Ini Kata Menkeu 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan APBN 2025 defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB. Meski melebar dari target, pemerintah memastikan defisit tetap dijaga di bawah batas 3 persen dengan realisasi belanja Rp3.451,4 triliun dan pendapatan Rp2.756,3 triliun.

 JAKARTA, BUKAMATANEWS — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut melebar dibandingkan target awal yang ditetapkan sebesar Rp616,2 triliun.

Defisit APBN terjadi akibat pendapatan negara yang masuk ke kas pemerintah hanya mencapai Rp2.756,3 triliun, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp3.451,4 triliun.

“Walaupun defisit membesar ke Rp695,1 triliun, itu lebih tinggi dibandingkan APBN yang sebesar Rp606,2 triliun, tapi kita tetap jaga agar defisit tidak melewati 3 persen. Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

Purbaya juga menyampaikan bahwa keseimbangan primer APBN 2025 berada pada posisi Rp180,7 triliun atau setara 63,3 persen dari APBN tahun berjalan.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan negara sepanjang 2025 mencapai 91,7 persen dari outlook. Adapun target penerimaan negara dalam APBN 2025 ditetapkan sebesar Rp3.005,1 triliun.

Pendapatan negara hingga 31 Desember 2025 berasal dari penerimaan pajak senilai Rp1.917,6 triliun serta kepabeanan dan cukai sebesar Rp300 triliun. Selain itu, pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp534,1 triliun.

Dari sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari pagu anggaran yang tersedia pada 2025.

Purbaya merinci, belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp2.602,2 triliun atau 96,3 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN. Sementara itu, transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp894 triliun atau setara 92,3 persen dari target APBN 2025.

Pemerintah menegaskan pengelolaan fiskal tetap dilakukan secara hati-hati untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global dan domestik.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.