Dewi Yuliani : Senin, 05 Januari 2026 08:21
Bobby Nasution

SUMUT, BUKAMATANEWS - Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, menyebut dampak bencana alam ditaksir menimbulkan kerugian hampir Rp20 triliun. Ia mengatakan kerugian mencakup aset warga, pemerintah, dan fasilitas pendidikan.

"Dampak dari bencana di Sumatra Utara mencapai hampir Rp20 triliun, 18 sampai 19 angkanya masih berjalan terus. Ini termasuk bangunan-bangunan sekolah yang terdampak di dalamnya," ucap Bobby dalam sambutannya di acara Peresmian Sekolah Penerima Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMKN 7 Medan, Minggu, 4 Januari 2026.

Bobby mengatakan, dampak bencana masih dirasakan hingga kini. Kerusakan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kehilangan harta benda.

“Pak Menteri untuk menanggapi persoalan bencana yang terjadi di Sumatra Utara, bukan hanya korban jiwa,” kata Bobby.

Mata pencaharian korban bencana juga terganggu, sehingga Bobby menilai ini berdampak langsung pada keberlanjutan pendidikan anak.

Merespons kondisi tersebut, Pemprov Sumatra Utara memperluas kebijakan sekolah gratis tahun 2026. Kebijakan difokuskan pada wilayah terdampak bencana terparah.

“Awalnya hanya kabupaten dan kota di Kepulauan Nias yang kami gratiskan untuk tingkat SMA/SMK dan SLB-nya. Kami masukan lima daerah lain; Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga dan juga Kabupaten Langkat," ucap Bobby.

Bobby menegaskan pendidikan menjadi fondasi menyiapkan generasi unggul Sumatra Utara. Pemerintah daerah ingin berkontribusi pada Indonesia Emas 2045.

"Kami sangat berkeinginan anak-anak kami yang ada di Sumatra Utara menjadi anak-anak yang bisa jadi penyumbang emas," kata Bobby.

Ia juga mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo Subianto dan Mendikdasmen untuk menuju kearah tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti menyampaikan jumlah sekolah terdampak bencana di Sumatra Utara mencapai 1.215 satuan pendidikan. Namun sebagian besar sekolah dinyatakan siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Terkait dengan musibah yang terjadi di Sumatra Utara, dalam data yang kami peroleh jumlah sekolah yang terdampak ada 1.215. Yang siap beroperasi untuk KBM pada tanggal 5 Januari ada 1.157 atau 95,23 persen," ucap Mendikdasmen.

Mu’ti menyebut sebagian kecil sekolah masih menggunakan tenda dan menjalani pembersihan pascabencana. Pemerintah menyiapkan skema pembelajaran khusus bagi sekolah tersebut.

"Yang belajar menggunakan tenda ada 19 atau 1,6 persen, yang masih proses pembersihan ada 29 atau 2,4 persen,” kata Mu'ti.

Ia menegaskan, seluruh sekolah terdampak ditargetkan dapat digunakan kembali mulai hari ini, Senin, 5 Januari 2026. (*)