Redaksi
Redaksi

Selasa, 30 Desember 2025 17:00

Wali Kota Munafri Ultimatum Parkir Liar: “Segera Dieksekusi, Tak Ada Cerita”

Wali Kota Munafri Ultimatum Parkir Liar: “Segera Dieksekusi, Tak Ada Cerita”

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan akan menertibkan parkir liar dan bangunan tanpa izin di Kota Makassar. Ia memerintahkan tindakan tegas dan terintegrasi demi ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS— Pemerintah Kota Makassar kembali menyoroti maraknya praktik parkir liar serta alih fungsi bangunan rumah menjadi tempat usaha tanpa izin resmi. Fenomena ini dinilai tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga memicu kemacetan akibat penyempitan badan jalan dan penggunaan fasilitas umum sebagai area lapak maupun parkir.

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Pembahasan Pengaturan Bangunan dan Parkir Liar yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Ruang Rapat Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (30/12/2025).

Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan perlunya perhatian serius seluruh jajaran pemerintah wilayah. Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang tiba-tiba mendirikan tenda, membuka lapak, hingga menaruh barang bekas di bahu jalan tanpa mempertimbangkan keselamatan dan ketertiban umum.

“Ini perlu fokus dan perhatian ekstra. Jangan kita cuek dengan keadaan. Ini penting sekali,” tegas Appi.

Ia memastikan penertiban yang dilakukan Pemkot bukan semata tindakan represif, tetapi disertai edukasi dan sosialisasi kepada pedagang serta pelaku usaha. Appi juga menekankan kebutuhan tim terpadu yang memiliki keputusan tetap dan mengikat, sehingga penertiban tidak lagi bersifat insidental.

“Tidak boleh lagi hari ini ditertibkan, besok muncul lagi. Wilayah yang tidak boleh dilakukan kegiatan apa pun harus menjadi ketetapan yang fixed,” ujarnya.

Soroti Koordinasi Wilayah

Appi turut menyoroti lemahnya koordinasi di tingkat kecamatan dan kelurahan. Menurutnya, masalah serupa hampir terjadi di banyak ruas jalan utama, seperti Cendrawasih, Veteran, Ratulangi, Urip Sumoharjo, dan Pettarani.

“Ini seakan-akan persoalan kecil, padahal hanya persoalan koordinasi,” katanya.

Ia meminta camat, lurah, hingga RT/RW lebih aktif mengawasi wilayah masing-masing, termasuk bangunan ilegal yang berdiri di atas saluran air maupun kanal.

Parkir Liar Jadi Atensi

Dalam kesempatan yang sama, Appi menegaskan parkir liar akan ditindak tegas. Ia menyebut telah mengantongi data penguasaan parkir ilegal di Kota Makassar dan langsung memerintahkan Direktur Utama PD Parkir Makassar Raya untuk melakukan eksekusi.

“Segera dieksekusi, tidak ada cerita. Kalau mereka mau melawan, kita lawan. Tidak ada orang yang boleh lebih kuat daripada pemerintah di kota ini,” tegasnya.

Ia menilai praktik juru parkir liar yang menarik tarif di luar ketentuan resmi dan memanfaatkan area terlarang telah meresahkan warga dan memicu kemacetan.

“Saya tidak mau lagi ada juru parkir liar yang menarik tarif tidak sesuai aturan atau parkir di tempat yang dilarang,” ujarnya.

Appi juga mengingatkan perangkat wilayah agar tidak melakukan pembiaran. Titik parkir ilegal baru harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

Penertiban Berkelanjutan

Pemkot Makassar akan melaksanakan penertiban secara terpadu dan berkelanjutan, disertai laporan berkala sebagai bentuk akuntabilitas.

“Saya tunggu laporannya dalam waktu dekat,” tegasnya.

Munafri memastikan dirinya tidak segan turun langsung ke lapangan, menegaskan negara harus hadir dalam menjaga ketertiban.

“Walaupun kita akan lawan tembok, tidak ada masalah. Kota Makassar ini wilayahnya pemerintah. Tidak ada yang lebih besar daripada pemerintah,” pungkasnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer