Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
PMI menyalurkan 1 juta buku pelajaran untuk anak-anak sekolah terdampak banjir di Sumatera dan Aceh sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan pascabencana.
JAKARTA, BUKAMATANEWS — Palang Merah Indonesia (PMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana banjir dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh. Tidak hanya fokus pada penanganan darurat serta pembersihan lingkungan, PMI kini memberi perhatian khusus pada sektor pendidikan dengan menyalurkan bantuan buku pelajaran sebanyak 1 juta eksemplar untuk anak sekolah terdampak.

Langkah ini dilakukan menyusul banyaknya buku pelajaran milik siswa yang rusak bahkan hanyut akibat terjangan banjir. PMI berharap kehadiran buku-buku ini dapat membantu anak-anak kembali belajar tanpa hambatan, sekaligus menjaga keberlanjutan proses pendidikan di wilayah terdampak.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga masa depan generasi muda.
“Saat banjir bandang terjadi, banyak buku sekolah anak-anak yang hanyut dan rusak. Karena itu PMI fokus membantu anak-anak sekolah dengan menyediakan buku agar mereka bisa kembali belajar dan bersekolah seperti biasa,” ujar Jusuf Kalla.
Saat ini, seluruh bantuan buku tengah diproses dan dipacking di Markas Pusat PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Proses pemuatan ke kapal dijadwalkan berlangsung pada 2 Januari 2026.
Bantuan tersebut akan diberangkatkan pada 3 Januari 2026 menggunakan kapal Kalla Lines melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju berbagai daerah terdampak banjir di Sumatera dan Aceh.
PMI menegaskan akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan tuntas. Upaya ini sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak, meski tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.
Dengan langkah ini, PMI berharap kehadiran 1 juta buku tersebut dapat menjadi semangat baru bagi siswa-siswi untuk kembali menata masa depan mereka.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22