Redaksi
Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025 21:08

BPBL dan LTSHE, Cara Pemprov Sulsel Perluas Akses Energi Listrik Hingga Pelosok

BPBL dan LTSHE, Cara Pemprov Sulsel Perluas Akses Energi Listrik Hingga Pelosok

Pemprov Sulsel menyalurkan bantuan listrik BPBL kepada 215 rumah tangga tidak mampu dan 207 unit LTSHE untuk wilayah terpencil, sebagai upaya memperluas akses energi hingga pelosok dan kepulauan.

MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab kebutuhan listrik masyarakat kurang mampu dan wilayah terpencil. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Pemprov menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun Anggaran 2025 kepada 215 rumah tangga tidak mampu di lima kabupaten: Sidrap, Soppeng, Takalar, Wajo, dan Enrekang.

Bantuan tersebut berupa instalasi listrik rumah sederhana dengan empat titik lampu serta sambungan kWh meter PLN berdaya 450 VA bersubsidi. Sasaran penerima merupakan rumah tangga yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–3 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Kepala Dinas ESDM Sulsel, Andil Eka Prasetya, menyebut program BPBL dan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) merupakan upaya pemerintah daerah memperluas akses energi hingga pelosok, termasuk wilayah kepulauan.

“Melalui program BPBL dan LTSHE, pemerintah ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan, dapat menikmati listrik yang layak guna menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan,” ujarnya, Kamis (25/12/2025).

Eka menjelaskan, program BPBL diawali dengan survei dan verifikasi sejak Juni 2025. Pemasangan instalasi dilaksanakan Juli hingga November 2025 dan diserahkan langsung kepada masyarakat penerima manfaat.

Selain BPBL, Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan LTSHE sebanyak 207 unit di Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Bantuan ini tersebar di Desa Pulau Padaelo (162 unit) dan Desa Pulau Persatuan (45 unit). Program energi terbarukan tersebut menyasar wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN.

Program ini diharapkan mampu mendukung percepatan rasio elektrifikasi 100 persen sekaligus memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Sulawesi Selatan.

“Melalui program ini, kami berharap dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, mendukung pendidikan, pengolahan hasil pertanian, serta pengembangan industri kecil masyarakat,” lanjut Eka.

Secara keseluruhan, BPBL di Sulsel pada periode 2023–2025 telah menjangkau 562 penerima:

* Tahun 2023: 307 penerima

* Tahun 2024: 40 penerima

* Tahun 2025: 215 penerima

Sementara bantuan LTSHE selama 2023–2025 total mencapai 317 unit, tersebar di Kabupaten Luwu Utara, Bone, Pinrang, dan Sinjai. Pemprov Sulsel juga menyalurkan bantuan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebanyak 10 set pada 2023 di Kabupaten Jeneponto dan Luwu.

Warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur atas program ini.

“Terima kasih Pak Gubernur atas bantuannya. Saya senang sekali, Alhamdulillah,” ujar Andi Handayani, salah satu penerima manfaat.

Begitu pula dengan Ny. Ancha yang mengaku kini rumahnya terang di malam hari.

“Terima kasih banyak Bapak Gubernur. Alhamdulillah lampunya sudah menyala,” ucapnya.

Dengan program ini, Pemprov Sulsel berharap semakin banyak warga tak mampu dan wilayah terisolir yang bisa beralih dari gelap menuju terang.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer