Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 23 Desember 2025 20:47

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi membuka secara resmi Seminar Edukasi dan Pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Sulsel, yang digelar di Mahoni Hall Hotel Claro, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi membuka secara resmi Seminar Edukasi dan Pelantikan Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Sulsel, yang digelar di Mahoni Hall Hotel Claro, Makassar, Selasa, 23 Desember 2025.

Wagub Sulsel Buka Kaukus Perempuan Parlemen, Soroti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar kemajuan bangsa, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam ruang pengambilan kebijakan publik.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Provinsi Sulsel, hingga November 2025 tercatat 283 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani.

Dari jumlah tersebut, korban didominasi oleh perempuan sebanyak 130 orang, anak perempuan 120 orang, dan anak laki-laki 32 orang, yang menunjukkan bahwa perempuan dan anak perempuan masih menjadi kelompok paling rentan.

"Angka ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga persoalan pembangunan dan masa depan generasi," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan besar lainnya adalah persoalan kesehatan ibu dan anak.

Berdasarkan data RPJMD Sulsel 2025–2029, angka kematian ibu (AKI) Sulsel pada tahun 2024 tercatat 134 per 100.000 kelahiran hidup, masih jauh dari target global SDGs di bawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada 2030.

"Angka ini menunjukkan bahwa kehamilan dan persalinan masih memiliki risiko serius, terutama di wilayah desa dan daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Ini harus menjadi concern utama kita bersama," ujarnya.

Selain itu, prevalensi stunting balita Sulsel tahun 2024 berada pada angka 23,3 persen, masih di atas rata-rata nasional. Meski Sulsel telah meraih berbagai penghargaan nasional, Fatmawati menegaskan pemerintah provinsi tidak boleh berpuas diri.

"Kita tidak bisa jumawa dengan penghargaan. Angka stunting kita masih di atas nasional," sebutnya.

Oleh karena itu Pemprov Sulsel telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp65 miliar untuk percepatan penanganan stunting, dan ini membutuhkan dukungan kebijakan yang kuat dari legislatif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemprov Sulsel #Fatmawati Rusdi #Kaukus Perempuan Parlemen #Kekerasan Perempuan dan anak #Stunting