Redaksi
Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 16:12

Indonesia Teken Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia

Indonesia Teken Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia

Indonesia menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia yang dipimpin Rusia untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai perdagangan dua arah.

JAKARTA, BUKAMATANEWS — Pemerintah Indonesia resmi menandatangani perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU) yang dipimpin Rusia. Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan perdagangan dua arah antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU.

Penandatanganan FTA tersebut berlangsung di St. Petersburg, Rusia, akhir pekan lalu dan disaksikan langsung Presiden Rusia Vladimir Putin bersama para pemimpin negara anggota EAEU yang terdiri dari Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia. Indonesia dalam penandatanganan ini diwakili oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Perjanjian yang dicapai setelah melalui proses negosiasi selama dua tahun ini memberikan akses preferensial bagi Indonesia terhadap 90,5 persen dari total pos tarif Uni Ekonomi Eurasia. Dengan kesepakatan tersebut, Indonesia memperoleh peluang lebih luas untuk menembus pasar EAEU yang memiliki populasi sekitar 180 juta jiwa.

Kementerian Perdagangan menyebutkan, perjanjian ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk unggulan Indonesia di kawasan Eurasia. Sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia yang diproyeksikan mendapat manfaat dari FTA ini antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya, alas kaki, tekstil, produk perikanan, karet, furnitur, serta produk elektronik.

“Produk unggulan Indonesia akan mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan kompetitif. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja ekspor nasional,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Ketua Dewan Uni Ekonomi Eurasia, Bakytzhan Sagintayev, menyatakan bahwa perjanjian perdagangan bebas tersebut berpotensi menggandakan nilai perdagangan antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU dalam beberapa tahun ke depan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia pada periode Januari hingga Oktober 2025 tercatat sebesar 4,4 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia mencapai 1,76 miliar dolar AS, sementara impor dari kawasan EAEU tercatat sebesar 2,64 miliar dolar AS.

Produk utama ekspor Indonesia ke EAEU meliputi minyak sawit, minyak kelapa, kopi, dan kakao. Sementara itu, komoditas impor utama dari negara-negara EAEU ke Indonesia antara lain batu bara, pupuk kalium, gandum, serta ferro-alloy.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer