ACEH TAMIANG, BUKAMATANEWS - Upaya memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan terus dilakukan oleh berbagai lembaga zakat nasional. Seperti Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS), Forum Zakat (FOZ), Wahdah Peduli, dan sejumlah lembaga lainnya. Mereka menggelar pertemuan silaturahmi di Posko Wahdah Peduli, Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, akhir pekan lalu.
Pertemuan ini turut dihadiri Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, S.Ag., M.Ag., sebagai bentuk dukungan langsung pemerintah terhadap penguatan kolaborasi antar lembaga filantropi Islam. Adapun LAZNAS yang hadir diantaranya Rumah Zakat, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Yakesma, DT Peduli, Asar Humanity, Nurul Hayat, YBM BRIlian, LMI, Sahabat Yatim, dan Dompet Dhuafa.
Tujuan utama pertemuan ini adalah membangun koordinasi yang lebih solid antar lembaga dalam merespons bencana serta menjalankan program-program kemanusiaan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, diharapkan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat terdampak secara lebih luas, khususnya di wilayah Aceh Tamiang yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai strategi optimalisasi peran masing-masing lembaga, termasuk pembagian wilayah kerja, penguatan data asesmen lapangan, serta perencanaan program kolaboratif jangka pendek dan jangka panjang. Selain itu, diskusi juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan bantuan kemanusiaan, guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Koordinator Lapangan Wahdah Peduli, Syamsuddin Dg. Mapuna, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pertemuan tersebut.
"Kami sangat antusias dengan adanya forum ini. Sinergi antar lembaga merupakan kunci untuk menghadirkan kekuatan yang lebih besar dalam membantu masyarakat terdampak bencana," ujarnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kolaborasi lintas lembaga yang kuat dan berkelanjutan, demi menghadirkan solusi kemanusiaan yang lebih berdampak bagi masyarakat Aceh Tamiang dan sekitarnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Kerugian Akibat Bencana Sumut Ditaksir Tembus Rp20 Triliun
-
Korban Banjir Sumatera Terus Bertambah, 774 Meninggal dan 551 Hilang
-
25 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Angkona, Pemkab Luwu Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak
-
Kementrian PU Kerahkan Alat Berat ke Sumatera, Buka Akses ke Wilayah Terisolasi
-
TNI AL Kerahkan Empat KRI Percepat Distribusi Bantuan ke Wilayah Bencana di Sumatera