Redaksi
Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 16:14

Sepekan Berlalu, Kasus Pembunuhan Anak Dewan Pakar PKS Cilegon Masih Misterius

Sepekan Berlalu, Kasus Pembunuhan Anak Dewan Pakar PKS Cilegon Masih Misterius

Kasus pembunuhan anak Dewan Pakar PKS Cilegon masih belum terungkap. Polisi terus mendalami bukti dan meminta bantuan masyarakat meski CCTV di rumah korban tidak berfungsi

BUKAMATANEWS — Sepekan berlalu sejak kasus pembunuhan anak dari Dewan Pakar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman, hingga kini belum menemui titik terang. Kepolisian masih mendalami tewasnya bocah kelas 4 sekolah dasar berinisial MAMH (9) yang ditemukan meninggal di rumahnya di Perumahan BBS 3, Kota Cilegon, Selasa (16/12/2025).

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga mengatakan penyelidikan masih terus berjalan dan pihaknya membutuhkan waktu untuk mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh.

“Berikan waktu kepada kami aparat kepolisian untuk melaksanakan tugas. Kami juga membutuhkan bantuan, dukungan, dan informasi dari rekan-rekan media serta masyarakat,” ujar Martua kepada wartawan di Cilegon, Sabtu.

Ia mengimbau masyarakat yang memiliki informasi, sekecil apa pun, agar segera menyampaikannya kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon guna membantu proses penyelidikan.

Menurut Martua, hingga saat ini penyidik masih mengumpulkan sejumlah alat bukti di lapangan. Seluruh bukti tersebut harus dianalisis secara mendalam dengan mengaitkan pola waktu, pola tempat, dan pola sasaran.

“Semua itu membutuhkan analisis yang matang agar tidak keliru dalam menarik kesimpulan,” jelasnya.

Terkait dugaan pelaku yang disebut-sebut merupakan orang dekat korban, Martua menegaskan hal tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.

“Masih kami dalami terus,” katanya singkat.

Dalam perkembangan lain, polisi mengungkap bahwa kamera pengawas atau CCTV di dalam rumah korban saat kejadian diketahui tidak berfungsi. Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak menghambat proses penyelidikan.

“Tidak menjadi kendala. Walaupun CCTV di dalam rumah mati, kami tetap berupaya maksimal untuk mengungkap perkara ini,” tegas Martua.

Sebelumnya, polisi memastikan kasus ini bukan merupakan tindak perampokan. Hal itu didasarkan pada hasil olah tempat kejadian perkara yang tidak menemukan adanya barang berharga milik korban atau keluarga yang hilang.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diketahui mengalami 19 luka tusukan serta tiga bekas kekerasan akibat benda tumpul. Banyaknya luka tersebut diduga menyebabkan korban meninggal dunia saat hendak dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya.

Polisi menegaskan akan terus bekerja secara profesional untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer