Redaksi
Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025 20:53

Wali Kota Makassar Tantang RT/RW Kelola Sampah, Insentif Hingga Rp100 Juta Disiapkan

Wali Kota Makassar Tantang RT/RW Kelola Sampah, Insentif Hingga Rp100 Juta Disiapkan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menantang RT dan RW menjadi ujung tombak pengelolaan sampah dari hulu. Pemkot Makassar menyiapkan insentif hingga Rp100 juta per RT bagi wilayah dengan pengelolaan sampah terbaik

MAKASSAR, BUKAMATANEWS— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan tantangan sekaligus pekerjaan rumah khusus kepada RT dan RW terpilih agar serius melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Pengelolaan sampah tersebut akan menjadi indikator utama penilaian RT/RW terbaik yang berhak memperoleh penghargaan dan insentif bernilai besar.

Hal itu disampaikan Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, saat menutup kegiatan Festival Daur Bumi dalam rangka Program Makassar Bebas Sampah 2029. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Minggu (14/12/2025).

Dalam sambutannya, Appi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani hanya di hilir. Menurutnya, solusi paling efektif harus dimulai dari hulu, yakni dari lingkungan RT dan RW sebagai unit terkecil di masyarakat.

“RT dan RW harus mulai menyiapkan pengelolaan sampah yang baik di lingkungannya masing-masing. Ini akan menjadi indikator penilaian RT/RW terbaik sehingga bisa mendapatkan penghargaan dan insentif yang tinggi,” ujar Appi.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar telah menyiapkan insentif besar bagi RT yang mampu mengelola sampah secara konsisten dan berkelanjutan. Sedikitnya 20 RT terbaik akan mendapatkan insentif sebesar Rp100 juta per RT dalam satu tahun.

Menurut Appi, kebijakan tersebut jauh lebih efisien dibandingkan biaya besar yang harus ditanggung pemerintah apabila persoalan sampah tidak diselesaikan sejak dari sumbernya. Jika dibiarkan, persoalan sampah justru dapat berkembang menjadi masalah sosial dan lingkungan yang lebih serius.

“Kalau ini tidak kita selesaikan dari hulu, biaya yang harus dikeluarkan akan jauh lebih besar dan dampaknya bisa menjadi persoalan sosial yang sangat besar,” tuturnya.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Pemkot Makassar menempatkan RT dan RW sebagai ujung tombak perubahan dalam mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029. Pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai potensi yang memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Selain RT dan RW, Appi juga menantang para camat untuk berperan aktif mendukung program tersebut dengan melibatkan anak-anak muda sebagai penggerak di lapangan. Ia mendorong pembentukan ranger atau patroli lingkungan dari kalangan generasi muda.

“Para camat harus bisa menghadirkan ranger-ranger anak muda yang turun langsung memantau dan mengedukasi masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Appi menekankan bahwa persoalan sampah berkaitan erat dengan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Kesadaran individu dinilai sebagai kunci utama yang harus dibangun sebelum diterapkan secara kolektif di lingkungan sekitar.

“Kalau selama ini kita terbiasa membuang sampah sembarangan dan tidak peduli lingkungan, maka pola pikir itu harus diubah. Sampah harus dibuang pada tempatnya dan lingkungan harus dijaga bersama,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa tanpa kepedulian dan cara pandang jangka panjang, persoalan lingkungan akan terus membesar dan berdampak langsung pada kesehatan serta kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Festival Daur Bumi yang berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Menurut Helmy, festival tersebut menjadi bukti meningkatnya kesadaran warga Makassar terhadap isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan pelestarian bumi. Ia menegaskan, Festival Daur Bumi akan kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih inovatif dan edukatif.

Pada hari terakhir festival, kegiatan ditutup dengan sesi berbagi bersama Pandawara Group, komunitas anak muda yang dikenal aktif dalam aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan. Melalui sesi tersebut, diharapkan lahir lebih banyak generasi muda Makassar yang siap menjadi agen perubahan bagi lingkungan.

Kegiatan penutupan Festival Daur Bumi turut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua TP PKK Melinda Aksa, jajaran SKPD, pegiat lingkungan, serta konten kreator.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer