Redaksi : Sabtu, 13 Desember 2025 15:48

MAROS, BUKAMATANEWS - Komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam memerangi peredaran narkoba kembali ditegaskan melalui suksesnya Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros. Ajang ini resmi dibuka Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Sabtu (13/12/2025).

Kegiatan yang digelar Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros bersama Ikatan Duta Anti Narkotika (Ikanara) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros ini berlangsung sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita, dan diikuti 32 finalis dari berbagai kecamatan.

Dari puluhan finalis tersebut, dewan juri menetapkan tiga pasang putra-putri terbaik sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025. Juara pertama diraih Muh Saipul Amry, mahasiswa Universitas Negeri Makassar asal Kecamatan Turikale, dan Friyang Yurdina Haris, pelajar SMKN 1 Maros asal Kecamatan Mandai.

Posisi juara kedua diraih Aldi Alrizqullah, pelajar SMAN 3 Maros asal Turikale, berpasangan dengan Ulfiyanha Nayla, pelajar SMAN 1 Maros wakil Kecamatan Turikale. Sementara juara ketiga diraih Muh. Balya Wahyu Ibrahim, pelajar SMAN 3 Maros asal Kecamatan Lau, bersama Amanda Putri Ishak, pelajar SMAN 1 Maros wakil Kecamatan Tanralili.

Ketua Granat Maros, Muhammad Bakri, menyebut Kabupaten Maros menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang secara konsisten menyelenggarakan pemilihan Duta Anti Narkoba setiap tahun selama sembilan tahun berturut-turut.

“Ini sudah tahun kesembilan dan belum ada daerah lain yang melaksanakannya secara berkelanjutan. Kami bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Maros terus memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pemilihan duta anti narkoba telah berlangsung sejak Agustus 2025 dengan tahapan panjang, mulai dari pendaftaran, seleksi, pelaksanaan proyek sosial, penampilan bakat, karantina, hingga puncaknya di grand final.

“Hari ini mereka resmi dinobatkan sebagai Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros dan siap mengemban amanah di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, mengaku bangga melihat antusiasme pelajar dan mahasiswa yang terlibat aktif dalam gerakan pencegahan narkoba. Menurutnya, pendekatan berbasis peran generasi muda merupakan langkah yang tepat dan efektif.

“Kita sepakat pencegahan harus dikedepankan. Jika tidak, penjara akan terus dipenuhi oleh narapidana kasus narkoba. Kegiatan ini efektif karena para pemuda bukan hanya objek, tetapi juga subjek pencegahan,” tegasnya.

Muetazim menambahkan, dampak narkoba telah dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pejabat, hingga aparat penegak hukum. Meski penindakan terus dilakukan, kasus narkoba justru menunjukkan tren peningkatan.

“Oleh karena itu, harus ada pola pencegahan yang terukur dan berkelanjutan, berjalan beriringan dengan penegakan hukum,” jelasnya.

Ia berharap, pemilihan Duta Anti Narkoba tidak berhenti pada seremoni grand final semata. Para duta yang terpilih diharapkan aktif menginisiasi kampanye, edukasi, dan gerakan nyata di tengah masyarakat.

“Kami menunggu gebrakan adik-adik Duta Anti Narkoba yang dilantik malam ini. Kalian adalah garda terdepan dalam mencegah peredaran narkoba di Kabupaten Maros,” pungkas Muetazim.