Korban Bencana di Sumatra Tembus 916 Jiwa, 274 Masih Hilang, BNPB: Situasi Belum Stabil
BNPB melaporkan korban bencana di Sumatra mencapai 916 meninggal dan 274 hilang. Evakuasi terkendala, Presiden Prabowo meninjau lokasi, dan BMKG memperingatkan cuaca ekstrem masih berlanjut.
BUKAMATANEWS - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra memasuki fase paling mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru: 916 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 274 lainnya masih hilang hingga Minggu pagi.

Gelombang duka ini melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang beberapa hari terakhir diguyur hujan ekstrem disertai longsor besar. Jalur transportasi terputus, ribuan rumah rusak, dan sebagian wilayah masih terisolasi.
Tim SAR gabungan melaporkan kondisi lapangan sangat berat. Material longsor yang tebal serta derasnya arus banjir membuat proses pencarian korban berjalan lambat.
“Banyak titik yang belum bisa dijangkau. Tim masih berupaya membuka akses,” ujar pejabat BNPB dalam keterangannya. Beberapa jalan utama tertutup kayu, jembatan terputus, hingga listrik padam, membuat operasi penyelamatan berlangsung dalam keterbatasan.
Di sejumlah lokasi di Aceh, warga bahkan harus melintasi tumpukan material longsor untuk mencapai pos bantuan terdekat.
Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat menuju Aceh pada Minggu pagi untuk memantau penanganan darurat, memastikan bantuan logistik, serta mengevaluasi kebutuhan paling mendesak di titik-titik terdampak.
Kehadiran Presiden diharapkan mempercepat proses penanganan dan pemulihan warga yang tengah menghadapi masa sulit.
BNPB menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi air bersih, obat-obatan, tenda, makanan siap saji, dan layanan kesehatan untuk mencegah penyakit pascabanjir.
Sejumlah pengungsian mulai mencatat kasus penyakit kulit, ISPA, hingga gangguan pencernaan akibat sanitasi buruk.
Perbaikan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, dan rumah ibadah mulai dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah bersama aparat pusat menargetkan akses logistik dan evakuasi dapat segera kembali normal. Namun cuaca yang masih labil membuat proses pemulihan diperkirakan tidak akan mudah.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat masih akan terjadi di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai..
