Redaksi
Redaksi

Jumat, 05 Desember 2025 09:34

Ilustrasi
Ilustrasi

Waspada Saat Musim Hujan, Ini Batas Aman Mobil Menerjang Genangan Menurut Pakar

Setiap mobil memiliki batas kemampuan berbeda saat melintas di genangan. Titik kritisnya ada pada air intake atau saluran udara mesin. Bila air masuk ke komponen ini, kerusakan mesin bisa sangat fatal.

BUKAMATANEWS - Memasuki musim hujan yang kerap disertai banjir dan rob di kawasan pesisir, pengendara mobil dituntut lebih waspada. Meski para ahli tetap menegaskan bahwa menerobos banjir bukanlah pilihan ideal, pengetahuan soal batas aman kendaraan tetap penting sebagai langkah darurat ketika pengemudi tak punya opsi lain untuk memutar arah.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengingatkan bahwa setiap mobil memiliki batas kemampuan berbeda saat melintas di genangan. Titik kritisnya ada pada air intake atau saluran udara mesin. Bila air masuk ke komponen ini, kerusakan mesin bisa sangat fatal.

“Batas mobil bisa menerobos banjir adalah sekitar 30 cm di bawah air intake,” ujar Sony dikutip Kompas.com.

Namun, karena posisi air intake tiap mobil tidak sama, pemilik wajib mengetahui letaknya agar bisa memperkirakan aman tidaknya genangan yang dihadapi.

Sony menambahkan, sebelum memutuskan melintas, pengemudi sebaiknya berhenti sejenak untuk membaca kondisi. Patokan visual seperti trotoar, marka jalan, atau ban kendaraan lain bisa membantu menaksir kedalaman air. Selama ketinggian air masih di bawah setengah ban dan objek sekitar masih terlihat jelas, genangan umumnya masih dapat dilewati secara hati-hati.

Saat melaju, pengemudi harus menjaga kecepatan rendah dengan gigi kecil dan putaran mesin stabil. Hal ini mencegah terciptanya gelombang air yang dapat mendorong air masuk ke air intake.

“Jangan membuat ombak yang bisa membuat air tersedot ke dalam air intake,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu. Ia menegaskan batas aman kendaraan menerabas banjir sebaiknya tidak lebih tinggi dari sumbu roda. Jika lebih, air dapat mencapai komponen elektrikal vital seperti ECU yang rawan korsleting.

“Jangan sampai melebihi sumbu roda karena dikhawatirkan ECU dan sistem elektrikal mobil terkena air hingga menyebabkan korslet,” ujar Jusri.

Dengan meningkatnya curah hujan belakangan ini, para pakar sepakat: bersiaplah dengan rute alternatif dan hindari genangan sebisa mungkin. Namun jika situasi darurat memaksa, memahami batas aman kendaraan dapat menjadi penyelamat mesin—dan kantong Anda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Musim Hujan