Lezat tapi Bikin Was-Was, Berapa Banyak Ceker Ayam yang Aman Dikonsumsi?
Dalam 100 gram ceker ayam terdapat 84 mg kolesterol, atau sekitar 20 persen kebutuhan harian orang dewasa. Selain itu, ceker mengandung 5,5 gram lemak tak jenuh per 100 gram—setara dengan 60 persen kebutuhan harian.
BUKAMATANEWS - Ceker ayam dikenal sebagai salah satu bahan makanan favorit banyak orang. Teksturnya yang kenyal dan gurih membuatnya mudah diolah menjadi beragam hidangan, mulai dari kuah pedas hingga dimsum. Namun di balik kenikmatannya, sebagian orang masih ragu menikmati ceker terlalu sering karena khawatir dengan kandungan kolesterolnya.

Lantas, apakah benar ceker ayam tinggi kolesterol? Dan seberapa banyak batas aman mengonsumsinya?
Ahli Gizi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Tri Kurniawati, menjelaskan bahwa kekhawatiran tersebut memang bukan tanpa alasan. Konsumsi kolesterol berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan memperburuk kondisi kesehatan tertentu.
Dalam 100 gram ceker ayam terdapat 84 mg kolesterol, atau sekitar 20 persen kebutuhan harian orang dewasa. Selain itu, ceker mengandung 5,5 gram lemak tak jenuh per 100 gram—setara dengan 60 persen kebutuhan harian.
“Jika ceker dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu sering, kadar kolesterol bisa meningkat. Bila berlangsung terus-menerus, tubuh mudah lelah dan dalam jangka panjang dapat memicu gagal jantung atau stroke,” ujar Tri seperti dikutip dari laman UM Surabaya.
Meski demikian, ceker ayam tidak hanya berisi kolesterol. Di balik teksturnya yang kenyal, ceker mengandung nutrisi yang cukup lengkap: 65,08 persen air, 3,90 persen lemak, 20,10 persen protein, dan 8,16 persen abu. Ceker juga menyimpan 19 jenis asam amino penting, termasuk glutamin, valin, fenilalanin, hingga lisin.
Yang paling menonjol, ceker ayam merupakan sumber kolagen alami. Healthline mencatat, kolagen membantu meningkatkan elastisitas kulit, hidrasi, hingga kepadatannya. Tinjauan terhadap 11 penelitian yang melibatkan lebih dari 800 peserta bahkan menunjukkan bahwa konsumsi kolagen dapat mempercepat penyembuhan luka serta memperlambat tanda-tanda penuaan.
“Komponen terbesar dalam ceker ayam adalah kolagen, berkisar antara 5,64–31,39 persen atau hampir sepertiga dari total protein,” jelas Tri.
Dengan komposisi tersebut, ceker ayam tetap bisa menjadi pilihan makanan yang bermanfaat—asal dikonsumsi dengan bijak. Tri menyebutkan, konsumsi yang tergolong “sering” adalah lebih dari tiga kali dalam seminggu atau dalam porsi besar secara berkelanjutan.
Kesimpulannya, menikmati ceker ayam tetap aman, selama Anda tidak berlebihan. Nikmati sensasi gurihnya, tapi tetap ingat batasnya agar manfaat dan rasa lezatnya bisa seimbang bagi kesehatan.
