Redaksi
Redaksi

Rabu, 03 Desember 2025 15:59

Pemilihan RT Serentak Pecahkan Sejarah di Makassar, Munafri Pastikan Proses Transparan dan Kondusif

Pemilihan RT Serentak Pecahkan Sejarah di Makassar, Munafri Pastikan Proses Transparan dan Kondusif

Pemilihan RT serentak pertama dalam sejarah Makassar digelar pada 3 Desember 2025. Sebanyak 9.098 calon bersaing memperebutkan 5.027 kursi. Wali Kota Munafri dan Wakil Wali Kota Aliyah memastikan proses berjalan transparan, aman, dan kondusif.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS  — Suasana Kota Makassar terasa berbeda pada Rabu (3/12/2025). Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Pemilihan Ketua RT digelar secara serentak di seluruh wilayah kota, menghadirkan euforia demokrasi hingga ke tingkat paling dasar masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham memulai peninjauan sejak pukul 08.30 Wita dari kediamannya di Jalan Chairil Anwar. Didampingi jajaran Forkopimda, mulai Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Dandim 1408/Makassar Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, Kejari, serta para kepala SKPD, rombongan menyapa warga di berbagai TPS yang menjadi lokasi pemungutan suara.

Lima kecamatan menjadi titik pantauan hari ini, dimulai dari TPS Kantor Kelurahan Sawerigading, Ujung Pandang; berlanjut ke Kelurahan Mampu (Wajo), Layang (Bontoala), Wala-walaya (Tallo), dan ditutup di Kelurahan Pandang, Panakkukang pada pukul 10.40 Wita.

Antusiasme warga terlihat kuat di setiap titik kunjungan. Sejak pagi, masyarakat memadati TPS untuk memberikan suara dalam pemilu raya RT yang digelar serentak pertama kali di Kota Makassar. Total 9.098 calon berkompetisi memperebutkan 5.027 kursi RT yang tersebar di 153 kelurahan dan 15 kecamatan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dan kelancaran pelaksanaan pemilihan.

"Alhamdulillah, di beberapa titik berjalan baik. Antusiasme masyarakat juga sangat baik. Kita berharap pemilihan ini menjadi pelajaran sistem demokrasi yang sangat baik," ujarnya.

Pemilihan RT pada 3 Desember dan RW pada 8 Desember merupakan wujud nyata janji politik Munafri–Aliyah saat kampanye Pilwalkot 2024. Komitmen ini kini terealisasi sebagai langkah memperkuat demokrasi tingkat akar rumput. Munafri menegaskan bahwa pemilihan ini bukan hanya memilih figur, tetapi mencari sosok yang siap bekerja untuk warga.

"Berkali-kali saya sampaikan, pemilihan RT/RW ini mencari orang-orang yang mau kerja, menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mende-liver seluruh program," tegasnya.

Ia juga memuji kreativitas TPS yang dinilai mampu meningkatkan partisipasi warga. Ada TPS yang dibuat kreatif, ada pula yang menyediakan makanan dan minuman, menunjukkan inovasi kelurahan dan kecamatan dalam menggerakkan masyarakat.

Mengenai hak pilihnya, Munafri menjelaskan bahwa di kelurahannya tidak ada calon yang mendaftar sehingga ia tidak ikut memilih. Meski begitu, ia memastikan seluruh proses berjalan transparan dan kondusif.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyalurkan hak pilihnya. Ia menilai pemilihan RT/RW sebagai fondasi penting membangun kepemimpinan lokal yang kuat.

"RT itu yang paling dekat dengan warga. Mereka menyerap kebutuhan dan aspirasi untuk disuarakan kepada pemerintah," ujarnya.

Aliyah menekankan bahwa keterlibatan masyarakat adalah dasar demokrasi yang kuat. Ia memastikan seluruh proses berjalan transparan dan tertib.

"Yang paling penting, pemilihan ini harus menghadirkan pemimpin yang mampu merangkul, melayani, dan memberi solusi bagi warganya," katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras petugas TPS, lurah, camat, dan warga yang memastikan pemilihan berlangsung aman dan kondusif.

Momentum pemilihan RT/RW serentak ini diharapkan menjadi titik awal memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat, serta mengokohkan Makassar sebagai kota yang inklusif dan responsif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.