Update Kasus Kebakaran Besar di Hong Kong, Jumlah Korban WNI Bertambah Jadi 9 Orang
Kebakaran dahsyat di kompleks apartemen Tai Po, Hong Kong, kembali menelan korban WNI. Total 9 WNI meninggal dan 3 luka-luka. Polisi menangkap tiga orang terkait dugaan kelalaian perusahaan konstruksi dalam kasus kebakaran terburuk Hong Kong dalam 60 tahun terakhir.
BUKAMATANEWS — Kebakaran hebat yang melanda kompleks apartemen di kawasan Tai Po, Hong Kong, kembali menelan korban dari Warga Negara Indonesia (WNI). Berdasarkan laporan terbaru Kepolisian Hong Kong, Minggu (30/11/2025), jumlah WNI yang meninggal bertambah dua orang, sementara seorang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

“Dengan tambahan tersebut, total WNI yang terkonfirmasi meninggal dunia kini menjadi 9 orang dan korban luka menjadi 3 orang,” demikian isi laporan resmi kepolisian.
Kebakaran besar yang terjadi pada Kamis lalu itu membakar sedikitnya delapan gedung dan hampir 2.000 unit apartemen. Insiden tersebut membuat 44 orang tewas, sekitar 270 orang hilang, dan ribuan penghuni terpaksa mengungsi. Peristiwa ini disebut sebagai kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam enam dekade terakhir.
Gambar dari lokasi menunjukkan bangunan yang hangus terbakar, dengan asap pekat membumbung dari kompleks Wang Fuk Court. Operasi penyelamatan terus berlangsung di tengah puing dan gedung yang belum sepenuhnya aman.
Sementara itu, kepolisian Hong Kong telah menangkap tiga pria yang diduga terlibat dalam kasus ini. Mengutip laporan AFP, ketiganya ditangkap pada Kamis pagi. Petugas juga melakukan penggeledahan di beberapa lokasi dan menyita sejumlah dokumen terkait para tersangka.
Menurut laporan BBC Internasional, ketiga pria tersebut berusia antara 52 hingga 68 tahun. Dua di antaranya menjabat sebagai direktur sebuah perusahaan konstruksi, sedangkan satu lainnya adalah konsultan teknik.
Penemuan material pelindung bangunan yang diduga tidak tahan api menjadi perhatian penting penyidik. Di bagian luar gedung, petugas mendapati jaring serta penutup berbahan styrofoam yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Kami memiliki alasan kuat untuk menduga adanya kelalaian dari pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas pemasangan material tersebut. Kelalaian inilah yang memungkinkan api menyebar sangat cepat dan menyebabkan banyak korban,” ujar juru bicara kepolisian.
Hingga kini, penyebab awal kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah Hong Kong berjanji akan mengusut tuntas kasus ini sekaligus memberikan dukungan bagi semua korban terdampak, termasuk WNI.
News Feed
Berita Populer
14 Juni 2026 07:36
14 Juni 2026 08:07
