Malaysia Deportasi 77 WNI Bermasalah
Penyebab 77 WNI tersebut dideportasi, karena yang bersangkutan bekerja di Malaysia secara unproduderal alias ilegal. Jumlah tersebut terdiri dari 39 laki-laki dan 31 perempuan.
TANGERANG, BUKAMATANEWS - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten menerima kepulangan 77 WNI bermasalah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Mereka dideportasi oleh Pemerintah Malaysia karena bekerja secara ilegal.

"Kemarin, kami menerima 77 orang yang dideportasi dari Kuala Lumpur, Malaysia. Di mana 77 WNI ini adalah sebagian dari 151 jiwa bermasalah yang dideportasi oleh pemerintah Malaysia," ujar Kepala BP3MI Banten, Budi Novijanto, Jumat, 28 November 2025.
Budi mengatakan, penyebab 77 WNI tersebut dideportasi, karena yang bersangkutan bekerja di Malaysia secara unproduderal alias ilegal. Jumlah tersebut terdiri dari 39 laki-laki dan 31 perempuan.
"Mereka dideportasi sumbernya dari beberapa depo atau penjara imigrasi di Malaysia. Jadi jumlah deponya memang itu tempatnya banyak," kata Budi.
Dia merinci ke-77 WNI itu berasal dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Adapula dari Nusa Tenggara Barat, Lampung, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Banten.
"Yang dari Banten itu berasal dari Serang. Pekerjaan mereka di Malaysia ada yang di perkebunan, ada yang di rumah tangga, namun mayoritas di perkebunan," ucapnya.
Diketahui, Imigrasi Malaysia melakukan razia dan menahan 74 orang Warga Negara Asing (WNA) yang tak punya dokumen lengkap di Johor. Dari 74 WNA itu, terdapat sembilan orang yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Direktur Imigrasi Johor, Datuk Mohd Rusdi Mohd Darus mengatakan pihaknya melakukan razia di 10 unit hunian Senai. Operasi dimulai pada pukul 00.45 waktu setempat.
"Sekitar 40 personel penegak hukum menggerebek unit dua lantai tersebut setelah berminggu-minggu melakukan pengumpulan intelijen dan pemantauan di area tersebut. Banyak WNA yang beristirahat didalam rumah-rumah yang telah diubah menjadi tempat tinggal," ujarnya. (*)
News Feed
Duka Indonesia! 74 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Agam, 78 Masih Hilang
29 November 2025 16:23
Delay 28 Jam, Anggota DPRD Jeneponto Kritik Pelayanan “Tak Manusiawi” dari Sriwijaya Air
29 November 2025 14:43
Berita Populer
29 November 2025 09:50
Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Sulsel Tetap Terjaga dengan Pertumbuhan Tahunan 5,25 Persen
29 November 2025 11:25
29 November 2025 12:27
Sulsel Raih Penghargaan Terbaik 1 Swasti Saba KKS 2025, Gubernur Andi Sudirman: Ini Prestasi Bersama
29 November 2025 13:56
29 November 2025 16:15
