Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Pemprov Sulsel terus memacu pemerataan pembangunan infrastruktur transportasi. Kali ini, fokus tertuju pada rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Arung Palakka di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pemprov Sulsel akan kembali melakukan perpanjangan Bandara Arung Palakka di Kabupaten Bone. Karena itu, Pemprov Sulsel akan menyiapkan lahan seluas 21,9 hektar, yang pengadaannya akan dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Persiapan, Ishaq Iskandar, mengatakan, Pemprov Sulsel terus memacu pemerataan pembangunan infrastruktur transportasi. Kali ini, fokus tertuju pada rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Arung Palakka di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.
"Langkah strategis ini diambil guna memastikan Bandara Arung Palakka mampu melayani kepentingan umum secara lebih luas, sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih efisien, khususnya pada sektor industri, perdagangan, dan pariwisata," jelas Ishaq, kemarin, Selasa, 25 November 2025.
Iapun menegaskan urgensi proyek ini bagi masyarakat Bone dan sekitarnya. Bahwa kehadiran Bandara Arung Palakka dengan runway yang lebih panjang, dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat di daerah Bone dan sekitarnya.
Peningkatan kualitas infrastruktur ini tidak hanya berfokus pada modernisasi fisik, tetapi juga pemenuhan standar keselamatan penerbangan yang ketat. "Tujuannya adalah menciptakan lingkungan bandara yang aman, nyaman, dan mendukung operasional penerbangan yang optimal," imbuhnya.
Terkait kebutuhan lahan, Pemprov Sulsel merencanakan pengadaan tanah seluas 219.049 meter persegi atau sekitar 21,9 hektar. Proses pengadaan tanah ini akan dilaksanakan oleh Kantor Wilayah ATR/BPN Provinsi Sulsel.
"Pelaksanaan teknis di lapangan nantinya akan didelegasikan kepada Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bone. Tahapan ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun dan dijadwalkan rampung pada tahun 2026," jelasnya.
Sementara itu, konstruksi fisik perpanjangan runway diproyeksikan akan dimulai pada tahun 2026 hingga selesai.
"Kita berharap pembangunan ini bisa berjalan sesuai dengan rencana dan tanpa kendala di lapangan," pungkas Ishaq. (*)
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46