Redaksi
Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 20:45

Ribuan Penari Tampil di International Folklore Festival 2025, Ketua Dewan Seni Pinrang Beri Apresiasi

Ribuan Penari Tampil di International Folklore Festival 2025, Ketua Dewan Seni Pinrang Beri Apresiasi

Pertunjukan 1.000 penari pelajar meriahkan International Folklore Festival 2025 di Pinrang. Ketua Dewan Seni Pinrang beri apresiasi dan rencana pencatatan rekor MURI.

PINRANG,BUKAMATANEWS - Memasuki hari kedua Adventure Culture Pinrang International Folklore Festival 2025, suasana tepi Pantai Lowita, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, berubah menjadi panggung megah seni budaya, Sabtu (22/11/2025).

Ribuan warga lokal serta pengunjung dari luar memadati area festival untuk menyaksikan pertunjukan Colossal Dance dengan tema “Asal Mula Kehidupan di Ujung Lero”.

Menariknya, tari kolosal ini dibawakan oleh 1.000 pelajar SD dan SMP, menjadikannya momen spektakuler dari sisi kuantitas dan makna budaya.

Ketua Dewan Seni Kabupaten Pinrang, Sri Widiati A. Irwan, mengatakan bahwa pertunjukan ini mencerminkan komitmen daerah dalam melestarikan warisan budaya.

“Ini bukti bahwa generasi muda Pinrang tumbuh dengan kecintaan terhadap adat dan budaya. Mereka tidak hanya belajar menari, tetapi juga ikut merawat identitas daerah,” ujarnya dalam sambutan.

Pertunjukan kolosal ini juga disaksikan oleh delegasi dari delapan negara peserta festival, menjadikannya panggung strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Pinrang di panggung internasional.

Vivi Sandra Putri, pendiri The Color of Indonesia, menyampaikan rencana untuk mengajukan pertunjukan ini ke Museum Rekor Indonesia (MURI).

Ia berkeinginan menjadikannya tarian kolosal dengan jumlah penari terbanyak dari siswa SD dan SMP, sebagai bentuk apresiasi atas kerja besar yang telah dilakukan.

Sri Widiati menyampaikan penghargaan tinggi kepada para penari, pelatih, guru, dan orang tua yang telah mendukung proses latihan selama berbulan-bulan.

Menurutnya, usaha kolektif ini menunjukkan semangat masyarakat Pinrang untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya lokal.

“Manfaat terbesar dari kegiatan ini adalah tumbuhnya rasa bangga di hati anak-anak kita. Mereka belajar kerjasama, disiplin, dan mencintai budaya sendiri. Inilah pondasi bagi masa depan generasi Pinrang agar tetap berkarakter dan berbudaya,” kata Sri Widiati.

Penulis : Junaedi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.