Redaksi
Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 21:32

Karnita Ratu Sarungu Bawa Misi #RATUCAN pada Pemilihan Puteri Indonesia Sulsel sebagai Delegasi Luwu Utara

Karnita Ratu Sarungu Bawa Misi #RATUCAN pada Pemilihan Puteri Indonesia Sulsel sebagai Delegasi Luwu Utara

Karnita Ratu Sarungu membawa misi budaya #RATUCAN dalam ajang Puteri Indonesia Sulsel 2025, mengangkat Batik Rongkong sebagai identitas kebanggaan Luwu Utara melalui kolaborasi, edukasi, dan aksi perubahan.

LUTRA,BUKAMATANEWS - Karnita Ratu Sarungu, puteri asal Luwu Utara berusia 23 tahun, resmi menjadi salah satu kandidat pada ajang Pemilihan Puteri Indonesia Sulawesi Selatan 2025. Gadis kelahiran Salulemo, 8 Mei 2002 itu tampil membawa misi kebudayaan yang ia sebut #RATUCAN, singkatan dari Ratu to Collaborate, Educate, and Give a Change.

Mengusung tema “Cinta Budaya Melalui Rongkong”, Ratu ingin mengangkat kembali kejayaan Batik Rongkong, warisan budaya Luwu Utara yang lahir dari tradisi tenun Rongkong. Tenun legendaris ini telah mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dari Kemenkumham sejak 3 Februari 2020, menegaskan statusnya sebagai identitas budaya yang dilindungi negara.

“Batik Rongkong bukan sekadar kain. Ia adalah cerita hidup tentang alam, nilai kebersamaan, dan kearifan leluhur,” ujar Ratu, Sabtu (22/11/2025), di Masamba.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Ratu melihat budaya lokal semakin terpinggirkan dari ingatan generasi muda. Melalui gerakan #RATUCAN, ia ingin menghadirkan kembali pesona Batik Rongkong sebagai kebanggaan daerah dan bagian dari identitas generasi masa kini.

Gerakan #RATUCAN yang ia bawa terdiri dari tiga dimensi utama. Pertama, collaborate, yaitu membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, UMKM, sekolah, komunitas pemuda, dan pelaku kreatif untuk memperkuat inovasi dan peluang ekspor Batik Rongkong. Kedua, educate, menghadirkan edukasi tentang sejarah dan filosofi motif kepada generasi muda agar mereka memahami nilai budaya yang diwariskan leluhur. Ketiga, give a change, yaitu menghadirkan aksi nyata melalui pameran, kelas budaya, kolaborasi fashion, dan kampanye digital.

“Advokasi ini saya jalankan dengan ketulusan agar Batik Rongkong tidak hanya dipakai, tetapi dihayati sebagai cerminan identitas bangsa dan daerah kita,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Ratu melakukan touring budaya ke Kecamatan Rongkong. Selama dua hari satu malam ia mengunjungi sejumlah lokasi pengrajin untuk mendalami proses pembuatan tenun dan batik.

Menjelang ajang Pemilihan Puteri Indonesia Sulsel, berbagai persiapan intensif telah ia lakukan. Mulai dari latihan public speaking, catwalk, personal branding, pendalaman budaya, hingga pembangunan jejaring dengan pemerintah daerah, komunitas, dan UMKM. Ia juga menyiapkan kampanye digital #RATUCAN agar gerakan ini dapat tersebar lebih luas.

Ratu berharap langkah kecil yang ia mulai dapat menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda pada budaya daerah. “Ketika budaya dirawat, identitas bangsa ikut terjaga. Melalui #RATUCAN, saya berharap Batik Rongkong kembali hidup di hati generasi muda,” ucapnya.

Pada 12 November 2025, Ratu bersama timnya telah menemui Bupati Andi Abdullah Rahim untuk meminta dukungan. Ia mengaku bersyukur karena mendapat restu penuh dari orang nomor satu di Luwu Utara tersebut.

“Beliau sangat mendukung kami. Semoga kami mampu memberikan yang terbaik di ajang ini,” pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.