Redaksi
Redaksi

Kamis, 20 November 2025 15:37

Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Berat Akibat Erupsi Gunung Semeru di Lumajang

Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Berat Akibat Erupsi Gunung Semeru di Lumajang

Puluhan rumah dan fasilitas umum di Desa Supiturang, Lumajang, rusak berat akibat erupsi Gunung Semeru. BPBD Jawa Timur mencatat kerusakan di 21 rumah, sekolah, dan musala, sementara pengungsi tercatat 191 jiwa.

BUKAMATANEWS - Puluhan rumah dan bangunan fasilitas umum (fasum) di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, mengalami kerusakan berat setelah diterjang material erupsi Gunung Semeru. Data sementara menunjukkan dampak kerusakan cukup signifikan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengungkapkan bahwa setidaknya 21 rumah warga serta satu sekolah mengalami kerusakan parah.

“Dampak kerusakan di Desa Supiturang terdata ada 21 unit rumah rusak berat, kemudian fasum yakni SDN Supiturang 02 juga rusak berat,” ujar Satriyo, Kamis (20/11).

Selain rumah dan sekolah, sebuah musala di kawasan tersebut turut rusak berat akibat terjangan material lahar dan abu vulkanik. Tidak hanya itu, jalan kabupaten penghubung Dusun Sumbersari–Dusun Gumukmas kini tertutup material vulkanik dan tidak dapat dilalui.

Kerusakan Meluas ke Hewan Ternak dan Infrastruktur

Satriyo menjelaskan bahwa sejumlah hewan ternak juga terdampak. Tercatat 4 ekor sapi dan 120 ekor kambing milik warga ikut terdampak material erupsi.

Untuk mempercepat akses dan evakuasi, pemerintah daerah mengerahkan enam unit alat berat untuk membuka jalur yang tertutup abu vulkanik di wilayah Dusun Sumbersari.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jawa Timur bersama tim gabungan juga menyalurkan masker kepada warga, membantu evakuasi hewan ternak, serta menyelamatkan barang-barang berharga milik warga yang masih bisa diselamatkan. Sementara itu, petugas Damkar Lumajang dan BPBD turut melakukan pembersihan di area Jembatan Gladak Perak yang terdampak erupsi.

Pengungsi Turun Jadi 191 Jiwa

Jumlah pengungsi sempat mencapai lebih dari seribu orang, namun kini menurun menjadi 191 jiwa. Sebagian warga memilih pulang untuk memeriksa kondisi rumah mereka. Para pengungsi saat ini tersebar di delapan titik pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

“Total jumlah pengungsi kurang lebih 191 jiwa, data sementara,” ungkap Satriyo.

Detail Erupsi: Luncuran Awan Panas Capai 13 Kilometer

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Rabu (19/11) mulai pukul 14.13 WIB hingga 18.11 WIB. Erupsi tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 45 mm dengan durasi panjang mencapai 14.283 detik. Luncuran material awan panas mencapai lebih dari 13 kilometer mengarah ke Tenggara–Selatan (Besuk Kobokan).

Meski erupsi telah dinyatakan berakhir, status Gunung Semeru tetap berada di Level IV (Awas). Pada sekitar pukul 19.56 WIB, getaran banjir lahar sudah tidak terpantau lagi oleh pos pengamatan.

Korban Luka Bakar Dirawat di Rumah Sakit

Tiga orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat terjebak saat melintasi kawasan terdampak di sekitar Gladak Perak. Mereka kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Korban terdiri dari sepasang suami istri asal Kabupaten Kediri dan satu warga Dusun Umbulan Sumbersari.

 Pendakian Semeru Ditutup Total

Sebagai langkah mitigasi, jalur pendakian Gunung Semeru hingga kawasan Ranu Kumbolo dinyatakan ditutup total untuk sementara waktu. Semua pendaki dan petugas yang sebelumnya terjebak di gunung telah mulai dievakuasi secara bertahap..

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.