Redaksi
Redaksi

Jumat, 07 November 2025 18:54

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si,
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si,

Arlin Ariesta: Produk Kerajinan Makassar Harus Punya identitas!

Arlin menekankan pentingnya penerapan standar mutu dan inovasi desain, dalam setiap produk kerajinan agar memiliki nilai jual tinggi serta daya saing di pasar global.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, menggelar kegiatan Capacity Building bagi para perajin dalam ajang Makassar Craft Expo 2025 di Trans Studio Mall (TSM).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Makassar Craft Expo 2025, yang digelar selama tiga hari, Jumat-Minggu, 7-9 November 2025, dengan mengusung tema “Merajut Karya, Merangkai Budaya, dan Membangun Makassar.”

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah pameran produk unggulan perajin lokal, tetapi juga sarana peningkatan kapasitas dan wawasan para pelaku usaha kreatif agar dapat bersaing di Pasar Nasional maupun Internasional.

Salah satu kegiatan utama di hari pertama adalah Talk Show Capacity Building yang membahas topik “Perizinan Usaha, Standardisasi, dan Sertifikat Produk Desain.” Kegiatan ini diikuti oleh 50 perajin dari berbagai Kecamatan di Kota Makassar, serta masyarakat umum yang tertarik pada dunia kerajinan dan usaha kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, S.STP., M.Si, hadir sebagai narasumber pertama. Ia membawakan materi tentang “Kiat Menjadi Perajin Berkelas”

Arlin menekankan pentingnya penerapan standar mutu dan inovasi desain, dalam setiap produk kerajinan agar memiliki nilai jual tinggi serta daya saing di pasar global.

“Produk kerajinan Makassar harus punya identitas, tapi juga mengikuti tren. Kuncinya ada pada desain dan mutu,” ujarnya.

Ia juga memaparkan tentang keberadaan Inkubator Bisnis Kota Makassar yang meliputi Inbis Makassar, Inkubator Koperasi, Inkubator UMKM, dan Inkubator Startup. Keempatnya menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan akses jaringan bisnis.

“Melalui program inkubator ini, kami ingin membantu pelaku usaha, termasuk perajin, agar bisa naik kelas. Dari usaha rumahan menjadi usaha profesional yang siap ekspor,” tutur Arlin.

Selain sesi diskusi, kegiatan Capacity Building juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif. Para perajin aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mendapatkan izin usaha, prosedur sertifikasi, dan strategi pemasaran berbasis digital.

Kegiatan Makassar Craft Expo 2025 sendiri terus berlanjut hingga Minggu besok, 9 November 2025, dengan berbagai agenda menarik. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Diskop dan UMKM