TAKALAR, BUKAMATANEWS — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 1426/Takalar) resmi ditutup oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, dalam upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Desa Topejawa, Kecamatan Mangarabombang, Kamis (6/11/2025).
Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan TMMD yang telah berjalan selama 30 hari, sejak 8 Oktober hingga 6 November 2025, dengan fokus pembangunan di wilayah Desa Topejawa.
Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat tinggi Kodam XIV/Hasanuddin, jajaran Forkopimda Takalar, para camat se-Kabupaten Takalar, serta masyarakat dari berbagai lapisan yang turut merasakan langsung manfaat program ini.
Mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah,” kegiatan ini menjadi wujud konkret kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di pedesaan.
Selama pelaksanaan, prajurit TNI bersama masyarakat bahu-membahu membangun sejumlah fasilitas penting seperti jalan desa, drainase, dan perbaikan rumah warga, serta menggelar berbagai kegiatan sosial dan penyuluhan masyarakat.
Bupati Takalar: TMMD Bukti Nyata Sinergi TNI dan Rakyat
Bupati Takalar H. Mohammad Firdaus Daeng Manye dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 1426/Takalar, atas pelaksanaan TMMD yang dinilainya memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Takalar, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI yang telah bekerja keras membantu membangun desa. Sinergi seperti ini sangat penting untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah,” ujar Bupati Daeng Manye.
Menurutnya, kehadiran program TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, rasa kebersamaan, dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Pangdam Hasanuddin: TMMD Cerminan Ketahanan Nasional dari Desa
Dalam arahannya, Mayjen TNI Bangun Nawoko menegaskan bahwa TMMD merupakan bentuk pengabdian TNI kepada bangsa dan negara di bidang pembangunan, terutama dalam membantu daerah mempercepat pemerataan kesejahteraan rakyat.
“Kegiatan TMMD tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan ketahanan sosial masyarakat. Dari desa, kita perkuat ketahanan nasional,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin.
Momentum Perkuat Kemitraan dan Kemandirian Desa
Penutupan TMMD ke-126 menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan antara TNI dan pemerintah daerah sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendorong pembangunan desa menuju masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan tangguh.
Program ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan dalam menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta memastikan pembangunan dirasakan secara merata hingga ke pelosok negeri.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pemkab Takalar Dorong ASN dan PPPK Siapkan Masa Depan Sejak Muda, 3.900 Aparatur Jadi Sasaran
-
Pemkab Takalar Bangun Kantor Kecamatan di Tanakeke, Perpendek Jarak Pelayanan bagi Warga Kepulauan
-
Takalar Luncurkan SI PATROL, 15 Petugas Dikerahkan Pantau Persoalan Lingkungan
-
Bupati Takalar Perintahkan Percepatan Dana Operasional Desa, Pelayanan Warga Jangan Terganggu
-
Wabup Takalar Tekankan Disiplin ASN: Jangan Sekadar Hadir, Harus Beri Kinerja Nyata