Pemerintah Kecamatan Wajo Galakkan Pembuatan Lubang Biopori untuk Cegah Banjir dan Kurangi Sampah
Dalam peninjauannya di sejumlah titik, termasuk Kelurahan Pattunuang, Camat Maharuddin menegaskan bahwa program biopori merupakan arahan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kecamatan Wajo, Kota Makassar, kembali melanjutkan program pembuatan lubang biopori sebagai upaya penanganan banjir dan pengurangan sampah organik. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Wajo, Maharuddin, S.Sos., M.M., didampingi Kasi Kebersihan.

Dalam peninjauannya di sejumlah titik, termasuk Kelurahan Pattunuang, Camat Maharuddin menegaskan bahwa program biopori merupakan arahan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham.
“Pembuatan lubang biopori ini bukan sekadar lubang, melainkan solusi terintegrasi. Biopori mengubah sampah organik menjadi berkah, sekaligus memperkuat daya serap tanah kita dari air hujan,” ujar Maharuddin, Selasa 28 Oktober 2025
Dijelaskannya, lubang biopori memiliki tiga tujuan strategis. Pertama, untuk mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kedua, menjadi sumber resapan air hujan guna mencegah banjir. Ketiga, proses penguraian sampah organik di dalamnya dapat menghasilkan pupuk alami atau kompos.
Program berkelanjutan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pemerintah Kecamatan Wajo optimis, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan tangguh terhadap banjir serta penumpukan sampah dapat diwujudkan.
News Feed
Berita Populer
Harry Kane Tantang Mbappe dan Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026 Usai Bawa Inggris Comeback
02 Juli 2026 07:49
02 Juli 2026 09:44
02 Juli 2026 09:48
02 Juli 2026 10:04
