Redaksi
Redaksi

Rabu, 08 Oktober 2025 09:49

Foto: instagram Jay Idzes
Foto: instagram Jay Idzes

180 Menit Menuju Piala Dunia 2026: Perjuangan Timnas Indonesia di Ronde 4

180 menit ke depan bukan hanya soal taktik di lapangan ini adalah momen kebanggaan, upaya melampaui batas, dan upaya mengubah sejarah. Dengan persiapan matang, mental kuat, dan keberanian mencetak gol saat dibutuhkan, Indonesia punya peluang meski berat untuk mengejutkan dunia.

BUKAMATANEWS - Sejarah belum mencatat Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia sejak merdeka. Kini, di babak krusial Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, tim Garuda memikul mimpi dan harapan 280 juta rakyat, bertarung selama 180 menit melawan Arab Saudi dan Irak.

Dalam babak mini Grup B, hanya juara grup yang memperoleh tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia 2026. Sementara tim posisi kedua (runner-up) harus melalui putaran playoff antarkonfederasi jika ingin lolos.

Timnas Indonesia tergabung bersama Arab Saudi dan Irak. Setiap tim hanya akan bertemu sekali (format single round-robin), tanpa format kandang-tandang. Lokasi turnamen ditetapkan di King Abdullah Sports City, Jeddah yang secara teknis netral, tetapi jelas lebih menguntungkan bagi tim Arab Saudi.

Karena Timnas Indonesia adalah yang berperingkat terendah dari ketiga tim (ranking FIFA paling rendah) dan harus bermain terlebih dahulu, peluang dan tekanan terasa besar. Laga pertama bagi Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 00.15 WIB.

Timnas punya modal psikologis, dalam dua pertemuan di babak sebelumnya (Ronde 3), Timnas Indonesia sekali menang (2–0) dan sekali imbang (1–1) atas Arab Saudi. Kemenangan atas Saudi di Jakarta (musim lalu) dianggap sebagai momen penting yang mengangkat kepercayaan diri tim.

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert dalam konfrensi pers menyebut bahwa “besok adalah final kedua”, menegaskan bahwa tiap laga di ronde ini berstatus sebagai final. Ia meminta pemainnya untuk tak gentar menghadapi atmosfer Jeddah yang jelas akan membara, dan menjaga ketenangan agar tidak terguncang oleh tekanan publik tuan rumah.

Namun, ada kekhawatiran cedera beberapa pemain kunci seperti kiper Emil Audero dan Marselino Ferdinan tidak di panggil kali ini akibat cedera saat membela klub masing-masing. Tanpa mereka, beban kreativitas dan daya ledak ofensif tim akan bertumpu pada pemain lain seperti Ragnar Oratmangoen, dan Ole Romeny yang telah kembali dari cedera.

Setelah laga melawan Arab Saudi, Timnas Indonesia akan menghadapi Irak pada Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 02.30 WIB. Irak bukan lawan mudah. Di ranking FIFA, mereka juga jauh di atas Indonesia. Indonesia harus menghitung skenario poin: untuk menjadi juara grup dan lolos otomatis, setidaknya harus mengumpulkan poin maksimal, serta selisih gol yang meyakinkan. Jika gagal jadi juara, kemungkinan lolos melalui jalur runner-up dan playoff terbuka, namun itu artinya harus berjuang ekstra panjang.

180 menit ke depan bukan hanya soal taktik di lapangan ini adalah momen kebanggaan, upaya melampaui batas, dan upaya mengubah sejarah. Dengan persiapan matang, mental kuat, dan keberanian mencetak gol saat dibutuhkan, Indonesia punya peluang meski berat untuk mengejutkan dunia.

Jika Garuda bisa menaklukkan Arab Saudi dan Irak di Jeddah, bukan hanya pintu Piala Dunia 2026 yang terbuka, tetapi juga aura baru bahwa sepak bola Indonesia punya kapasitas kompetitif di level Asia. Namun, jika satu momen pun gagal dimanfaatkan kesalahan kecil, peluang terbuang mimpi harus melaju lewat jalan panjang playoff atau bahkan pupus.

Mari bersama berharap dan mendukung: 180 menit menuju Piala Dunia 2026 akan menjadi kisah baru bagi sepakbola nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Timnas Garuda Indonesia #FIFA World Cup #Kualifikasi Piala Dunia

Berita Populer