Redaksi : Rabu, 01 Oktober 2025 12:58

BUKAMATANEWS - Setidaknya sepuluh orang tewas dalam insiden ledakan bom bunuh diri yang terjadi di perbatasan Pakistan pada Selasa (30/9).

Ledakan ini terjadi di luar markas pasukan perbatasan Frontier Corps (FC) di Kota Quetta, Provinsi Balochistan, setelah sebuah van yang dipenuhi bahan peledak mendekati pintu masuk markas.

Rekaman CCTV yang beredar di media menunjukkan momen saat van tersebut mendekati lokasi sebelum meledak. Menurut seorang pejabat senior pemerintah setempat yang meminta namanya dirahasiakan, pelaku bom bunuh diri mengendarai van Suzuki, melakukan aksi tersebut sementara lima rekannya berusaha menerobos masuk ke kompleks markas setelah ledakan.Setelah kedatangan kelima penyerang, terjadi baku tembak yang berujung pada kematian seluruh penyerang, empat personel FC, serta enam warga sipil yang berada di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang mengerikan ini.Balochistan, meskipun merupakan provinsi terbesar di Pakistan dengan kekayaan sumber daya alamnya, tetap menjadi salah satu wilayah termiskin di negara tersebut.

Provinsi ini terus menempati posisi terendah dalam berbagai indikator pembangunan manusia.Dalam beberapa tahun terakhir, provinsi ini telah menghadapi pemberontakan bersenjata dari kelompok separatis Baloch.

Selain itu, kelompok Taliban Pakistan juga rutin melakukan serangan di wilayah ini, yang semakin memicu peningkatan kekerasan.Data dari Institut Studi Perdamaian Pakistan (PIPS) mencatat bahwa pada tahun 2024, terjadi 521 serangan teroris di Balochistan, meningkat dari 567 serangan yang tercatat pada tahun ini.

Sebanyak 782 orang telah menjadi korban tewas akibat kekerasan pada tahun 2024, dengan sebagian besar insiden terjadi di daerah perbatasan Pakistan-Afghanistan.Pihak berwenang di Balochistan terus berupaya mengatasi tantangan keamanan yang mengancam stabilitas dan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.