Redaksi : Minggu, 14 September 2025 17:58

BUKAMATANEWS - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menorehkan sejarah baru dengan mengadopsi Deklarasi New York tentang Penyelesaian Damai Isu Palestina dan implementasi Solusi Dua Negara. Sebanyak 142 negara mendukung dokumen tersebut, menjadi sinyal kuat bahwa mayoritas dunia sepakat mendorong jalan damai yang adil bagi Palestina dan Israel.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut hasil pemungutan suara ini sebagai “momentum bersejarah”. Ia menegaskan bahwa Israel dan Palestina harus hidup berdampingan dengan damai dan aman. “Prancis bersama Arab Saudi, Indonesia, dan mitra lain akan melanjutkan rencana perdamaian itu melalui Konferensi Solusi Dua Negara di New York,” tulis Macron di platform X.

Dari total suara, hanya 10 negara yang menolak, termasuk Amerika Serikat dan Israel, sementara 12 negara lain memilih abstain.

Deklarasi yang diadopsi memuat peta jalan komprehensif: gencatan senjata permanen di Gaza, pembebasan sandera dan pertukaran tahanan, penarikan penuh pasukan Israel, hingga penyatuan Gaza dan Tepi Barat di bawah Otoritas Palestina melalui Komite Transisi sementara.

Selain itu, deklarasi merekomendasikan pembentukan Misi Stabilisasi PBB untuk melindungi warga sipil, memperkuat aparat keamanan Palestina, serta menjamin keamanan kedua belah pihak. Akses penuh bagi bantuan kemanusiaan, pemulihan layanan dasar, dan dukungan pendanaan untuk UNRWA juga menjadi bagian penting dari dokumen tersebut.

Bagi Indonesia, keputusan ini menguatkan posisi diplomatik yang sejak lama konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Presiden Prabowo Subianto menilai solusi dua negara adalah satu-satunya jalan menyelesaikan konflik berkepanjangan tersebut. Sikap ini sejalan dengan langkah nyata Indonesia, mulai dari mengirim pasukan perdamaian TNI ke Gaza pada Juni 2024 hingga mendesak pengakuan kemerdekaan Palestina saat pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden pada November 2024.

Deklarasi New York menjadi penanda bahwa meski jalan menuju perdamaian masih panjang, dunia kini lebih solid dalam menuntut penyelesaian adil atas konflik Palestina-Israel.