Redaksi
Redaksi

Senin, 08 September 2025 21:29

Menteri Koperasi dan UKM,Ferry Juliantono
Menteri Koperasi dan UKM,Ferry Juliantono

Mengenal Ferry Juliantono, Menteri Koperasi Pengganti Budi Arie Setiadi

Pelantikan ini menandai babak baru dalam karier politik Ferry, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri di bawah Budi Arie Setiadi, yang dicopot dari jabatannya.

BUKAMATANEWS - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi dan UKM yang baru pada Senin (8/9/2025) di Istana Negara. Pelantikan ini menandai babak baru dalam karier politik Ferry, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri di bawah Budi Arie Setiadi, yang dicopot dari jabatannya.

Perjalanan Ferry Juliantono ke puncak kekuasaan terbilang unik dan penuh liku, bermula dari aktivis jalanan yang dipenjara hingga menjadi elit partai dan kini memimpin kementerian strategis.

Dari Penjara ke Istana: Sebuah Transformasi Politik

Ferry Joko Juliantono (57 tahun) bukanlah nama baru di dunia aktivisme dan politik. Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1967, namanya melejit sebagai Ketua Umum Dewan Tani Indonesia (DTI) yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah. Pada 2008, ia harus mendekam di penjara selama satu tahun sebagai tahanan politik akibat demonstrasi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ironisnya, dua tahun setelah bebas, pada 2010, Ferry justru bergabung dengan Partai Demokrat, partai yang didirikan oleh SBY sendiri. Namun, loyalitas politiknya kembali berubah. Kini, ia adalah seorang politisi Partai Gerindra yang andal dan menjabat sebagai Wakil Ketua DPP Gerindra (2020-2025), dengan tugas khusus menggalang massa dan basis pemilih.

Jejak Pendidikan dan Organisasi

Pendidikan Ferry terbilang mumpuni untuk mengemban jabatan barunya. Ia adalah alumni Sarjana Akuntansi Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 1993 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Unpad hingga 2028. Gelar Magister ia raih dari Program Studi Hubungan Internasional, kekhususan Ekonomi Politik Internasional, Universitas Indonesia (UI). Tak berhenti di sana, Ferry juga menyandang gelar Doktor dalam bidang Filsafat dari kampus yang sama, UI, yang dikenal sebagai "Kampus Perjuangan".

Di luar parlemen, pria ini aktif di berbagai organisasi, terutama yang berkaitan dengan sektor riil dan koperasi. Ia tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sekretaris Dewan Pembina Induk KUD (Inkud), dan Ketua Dekopin Wilayah DKI Jakarta.

Kekayaan yang Tercatat: Rp52,4 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada November 2024, total kekayaan Ferry Juliantono mencapai Rp52,4 miliar.

Rincian kekayaannya adalah sebagai berikut:

  1. Tanah dan Bangunan (Rp48,9 Miliar): Merupakan porsi terbesar dari kekayaannya. Aset propertinya tersebar di berbagai lokasi strategis, seperti Klungkung, Gianyar (Bali), Bandung, Bogor, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan.

  2. Kendaraan (Rp3,32 Miliar): Termasuk di dalamnya mobil mewah Mercedes Benz S400 L AT tahun 2015 yang bernilai Rp1,02 miliar.

  3. Harta Bergerak Lainnya (Rp3 Miliar): Meliputi perhiasan, barang seni, dan barang bergerak lainnya.

  4. Surat Berharga (Rp175 Juta): Seperti saham dan surat utang.

  5. Kas dan Setara Kas (Rp2 Miliar): Uang tunai dan tabungan di bank.

  6. Utang (Rp5 Miliar): Dilaporkan sebagai kewajiban yang dimiliki.

Dengan latar belakangnya yang kuat sebagai aktivis, akademisi, dan politisi, Ferry Juliantono kini memikul tanggung jawab besar untuk memajukan sektor koperasi dan UKM Indonesia. Publik akan menantikan langkah-langkah strategisnya dalam memimpin kementerian ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ferry Juliantono

Berita Populer