Redaksi : Senin, 01 September 2025 15:39

MAROS, BUKAMATANEWS — Suasana aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Maros berlangsung kondusif setelah Bupati Maros, H. Chaidir Syam, turun langsung menemui massa. Didampingi unsur Forkopimda, Bupati menunjukkan sikap dialogis dengan mendengarkan tuntutan pengunjuk rasa secara terbuka.

Hadir mendampingi Bupati, Ketua DPRD Maros Muh. Gemilang Pagessa, Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, Dandim 1422 Maros Letkol Arm Agung Yuhono, serta Kajari Maros M. Febriyan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan unsur keamanan untuk menjamin penyampaian aspirasi berjalan damai.

“Apa yang menjadi tuntutan hari ini, insyaallah kami dan Forkopimda akan ikut mendukung, mengawal, dan memperjuangkan bersama,” tegas Bupati Chaidir di hadapan ratusan massa, Senin (1/9/2025).

Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas sikap tertib dan damai para pengunjuk rasa. Menurutnya, penyampaian pendapat adalah bagian dari demokrasi yang harus dihargai, selama dilakukan dengan menjunjung tinggi ketertiban dan keamanan bersama.

Sebelumnya, sekitar 300 demonstran menggelar aksi long march di beberapa titik strategis, mulai dari Hutan Kota, Kantor Bupati Maros, SPBU Butta Toa, hingga berakhir di Gedung DPRD Maros.

Dalam orasinya, Jenderal Lapangan Agung Maharu menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari revisi tunjangan DPR RI yang dinilai berlebihan, desakan pencopotan Kapolri sebagai bentuk akuntabilitas atas tindakan represif aparat, pemberantasan praktik korupsi, pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada buruh.

Tak hanya itu, massa juga menyinggung isu nasional lain, seperti penyelesaian tragedi KM 50 dan polemik ijazah Presiden Joko Widodo.
“Usut tuntas dalang tragedi KM 50, usut pula ijazah palsu Presiden demi menjamin integritas kepemimpinan nasional,” tegas Agung.

Meski mengusung isu-isu besar berskala nasional, jalannya demonstrasi di Maros berlangsung kondusif. Kehadiran langsung Bupati Chaidir Syam bersama Forkopimda berhasil meredam potensi ketegangan sekaligus menunjukkan pola kepemimpinan yang responsif, terbuka, dan dekat dengan rakyat.

Dengan sikap ini, Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan posisinya untuk menjembatani aspirasi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah agar tetap kondusif.