Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 12 Agustus 2025 19:22

Pemerintah Kabupaten Bone diisukan akan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 300 persen. Hal inipun memicu reaksi warga yang langsung melakukan aksi demonstrasi menolak kebijakan tersebut, Selasa, 12 Agustus 2025.
Pemerintah Kabupaten Bone diisukan akan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 300 persen. Hal inipun memicu reaksi warga yang langsung melakukan aksi demonstrasi menolak kebijakan tersebut, Selasa, 12 Agustus 2025.

Diisukan Naikkan PBB Hingga 300 Persen, Bupati Bone Didemo Warga

Kepala Bapenda mengakui bahwa kebijakan tersebut memang belum sempat disosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media sosial atau sosialisasi secara langsung.

BONE, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Bone diisukan akan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 300 persen. Hal inipun memicu reaksi warga yang langsung melakukan aksi demonstrasi menolak kebijakan tersebut, Selasa, 12 Agustus 2025.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor Bupati Bone, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Macanang, menyampaikan aspirasi dan meminta kepada Bupati Bone untuk membatalkan kebijakan tersebut, karena dianggap sepihak dan tanpa dilakukan sosialisasi sebelumnya terhadap masyarakat.

Ratusan demonstran yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat menyampaikan aspirasi diterima oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Andi Baharuddin, namun para pendemo meminta kepada Bupati Bone untuk menemui langsung para demonstran.

"Kami meminta dengan tegas kepada Bupati Bone untuk segera membatalkan kebijakan kenaikan PBB-P2 tersebut karena dianggap mencekik rakyat, kami meminta bupati untuk menemui kami untuk menjelaskan dasar kenaikan pajak tersebut," kata salah seorang mahasiswa saat menyampaikan aspirasinya.

Setelah sempat diterima oleh Kepala Satpol PP, para demonstran mendesak agar bisa masuk ke halaman Kantor Bupati Bone untuk bertemu langsung dengan Bupati atau Wakil Bupati. Namun sayangnya, keduanya tidak berada di tempat sehingga para demonstran hanya ditemui oleh Kepala Bapenda Bone Muh. Angkasa.

Saat berdialog dengan Kepala Bapenda Bone, demonstran mempertanyakan apakah kebijakan tersebut sudah disosialisasikan ke masyarakat atau belum. Kepala Bapenda mengakui bahwa kebijakan tersebut memang belum sempat disosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media sosial atau sosialisasi secara langsung.

"Terkait sosialisasi, memang itu yang menjadi kelemahan kami, kaena belum sempat, namun kami tetap akan melakukan sosialisasi dan melakukan pembenahan kedepan," ujar Muh. Angkasa

Menurut Angkasa, terkait isu kenaikan PBB-P2 itu tidak sampai 300 persen, hanya saja memang ada beberapa zona yang sampai 100 persen.

Selain PMII, kelompok mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone juga melakukan aksi yang sama. Ratusan Kader HMI juga meminta agar kebijakan kenaikan PBB ini dibatalkan dan dikaji ulang.

"Kami menolak keras kebijakan kenaikan PBB-P2 ini karena dianggap makin menyengsarakan rakyat kecil, dan kami meminta agar Ketua DPRD hadir menemui dan berdiskusi dengan kami," ujar seorang demonstran. (*)

Penulis : Choys
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Bone #Bupati Bone #PBB naik #Demonstrasi