Redaksi
Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025 19:39

Wagub Fatmawati Rusdi Dampingi Ketua Komisi IV DPR RI Tinjau Stok Beras Bulog Makassar

Wagub Fatmawati Rusdi Dampingi Ketua Komisi IV DPR RI Tinjau Stok Beras Bulog Makassar

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk memastikan ketersediaan stok beras, memantau kualitas penyimpanan, serta melihat langsung penerapan teknologi rice to rice machine—inovasi yang mampu mengubah beras biasa menjadi beras premium tanpa kehilangan nilai gizi.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, meninjau langsung Kompleks Pergudangan Panaikang Perum Bulog Makassar, Senin (11/8/2025).

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk memastikan ketersediaan stok beras, memantau kualitas penyimpanan, serta melihat langsung penerapan teknologi rice to rice machine—inovasi yang mampu mengubah beras biasa menjadi beras premium tanpa kehilangan nilai gizi.

Begitu tiba, rombongan yang berjumlah sepuluh orang langsung memasuki gudang penyimpanan utama. Karung-karung beras tersusun rapi hingga memenuhi hampir seluruh ruang gudang, bahkan sebagian stok ditempatkan di gudang sewaan tambahan.

Ketua Komisi IV DPR RI memastikan kondisi pangan Sulsel aman.

“Stoknya aman, bahkan mencapai 500 ribu ton. Sebagian berasal dari impor tahun lalu dan kini mulai disalurkan secara bertahap,” ujar Siti Hediati.

Teknologi yang Ubah Beras Biasa Jadi Premium
Salah satu sorotan kunjungan adalah teknologi rice to rice machine yang dimiliki Bulog Makassar. Mesin ini mampu membersihkan beras dari batu, gabah, atau butiran patah, sekaligus memolesnya menjadi beras bening berkualitas tinggi.

“Mesin ini luar biasa. Beras yang tadinya keruh bisa menjadi kinclong, bersih, dan layak konsumsi tanpa dioplos. Gizi tetap terjaga,” kata Siti Hediati.

Ia menegaskan, teknologi ini murni untuk peningkatan mutu, bukan pencampuran kualitas. Tingkat kerusakan beras pun dapat ditekan hingga hanya 15 persen, sehingga produk layak distribusi.

Jaga Harga, Lindungi Konsumen
Selain kualitas, Siti Hediati menyoroti peran Bulog dan Badan Pangan Nasional dalam mengintervensi harga pasar.

“Kalau harga naik, segera keluarkan beras SPHP agar stabil kembali. Media juga punya peran penting mengingatkan masyarakat jika ada oknum yang bermain harga,” tegasnya.

Wagub Sulsel: Sinergi adalah Kunci
Usai peninjauan, Fatmawati Rusdi menegaskan bahwa ketersediaan beras berkualitas adalah prioritas Pemprov Sulsel.

“Kami siap bersinergi dengan Bulog dan pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan stok cukup untuk seluruh masyarakat,” ujarnya.

Fatmawati juga mengapresiasi penerapan teknologi rice to rice machine sebagai langkah strategis untuk menjaga mutu pangan.

“Teknologi ini memastikan masyarakat mengonsumsi beras yang bersih, layak, dan bernutrisi,” tambahnya.

Beras impor yang dikelola Bulog Makassar sebagian besar berasal dari tahun 2024 dan dinilai memiliki kualitas lebih baik dibandingkan stok impor 2020.

Ketahanan Pangan Butuh Kolaborasi
Suasana kunjungan berlangsung hangat. Anggota DPR RI, jajaran Bulog, dan Pemprov Sulsel berdiskusi intens mengenai pengelolaan stok, strategi distribusi, hingga potensi replikasi teknologi ke daerah lain.

Kunjungan ini menegaskan bahwa ketahanan pangan Sulsel tidak hanya soal stok melimpah, tetapi juga soal kualitas, distribusi yang tepat, serta pengendalian harga. Dengan teknologi modern dan koordinasi lintas sektor, Sulsel optimistis mampu menjaga pasokan beras dan stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Fatmawati Rusdi

Berita Populer