Redaksi
Redaksi

Sabtu, 02 Agustus 2025 15:04

Wagub Sulsel di LPKA Maros: Jangan Biarkan Masa Lalu Merampas Masa Depan Anak Bangsa

Wagub Sulsel di LPKA Maros: Jangan Biarkan Masa Lalu Merampas Masa Depan Anak Bangsa

LPKA Maros saat ini membina anak-anak dengan berbagai latar kasus: 33 kasus perlindungan anak, 18 pidana umum, 7 narkotika, serta masing-masing satu kasus kesehatan dan mata uang

MAROS, BUKAMATANEWS — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN), Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyambangi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan anak-anak binaan.

Kehadiran Wagub Sulsel bersama Ketua DPRD Sulsel drg. Andi Rachmatika Dewi, Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Sulsel Andi Nirawati, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulsel Melanie Simon Jufri, menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dan bertanggung jawab, termasuk bagi anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan karena pelanggaran hukum.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan satu pun anak bangsa tertinggal, bahkan mereka yang tengah menjalani pembinaan. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan semua anak punya kesempatan menata ulang masa depannya,” ujar Fatmawati dalam sambutannya.

Di hadapan 59 anak binaan yang sebagian besar berusia 15–18 tahun, Fatmawati menyampaikan pesan yang sarat makna: jangan biarkan masa lalu menjadi beban yang mengubur masa depan.

“Masa lalu biarlah menjadi pelajaran. Masa depan masih panjang dan penuh peluang. Bangun semangat baru, terus belajar, dan siapkan mimpi-mimpi besar,” pesannya.

Wagub juga memberikan apresiasi atas ketertiban dan kerapian lingkungan LPKA Maros, serta semangat anak-anak dalam menjalani program pembinaan. Ia secara khusus terkesan dengan anak binaan yang telah hafal hingga tujuh juz Al-Qur’an.

“Saya terharu melihat ada yang hafal tujuh juz. Ini bukti bahwa potensi anak-anak kita tetap tumbuh, bahkan dalam situasi terbatas,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulsel menyerahkan bantuan berupa mesin cuci, mesin jahit, laptop, dan peralatan olahraga (raket, bola voli, dan bola kaki). Bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses pembinaan dan keterampilan yang kelak berguna saat mereka kembali ke masyarakat.

“Bantuan ini kecil, tapi semoga bisa jadi pemantik semangat dan bekal keterampilan untuk masa depan,” ujar Fatmawati.

LPKA Maros saat ini membina anak-anak dengan berbagai latar kasus: 33 kasus perlindungan anak, 18 pidana umum, 7 narkotika, serta masing-masing satu kasus kesehatan dan mata uang. Mereka mengikuti berbagai program, mulai dari pendidikan daring (paket A, B, dan C), konseling, pelatihan keterampilan seperti budidaya ikan, hidroponik, membuat sabun, boneka, manik-manik, hingga seni bingkai kupu-kupu.

Namun, tantangan masih ada. Keterbatasan tenaga pengajar dan minimnya keterlibatan keluarga menjadi kendala utama.

“Kami ingin anak-anak keluar dari sini membawa harapan dan kemampuan baru. Tapi itu butuh dukungan semua pihak: negara, masyarakat, dan keluarga,” tegas Fatmawati.

Fatmawati menutup kunjungannya dengan menyerukan pentingnya sinergi lintas sektor.

“Kerja hebat lahir dari kolaborasi yang kuat. Pemerintah Sulsel membuka diri untuk kerja sama lebih besar demi mencetak generasi muda yang cerdas, terampil, dan berkarakter,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Fatmawati Rusdi #LPKA Maros #Pemprov Sulsel

Berita Populer