Redaksi : Jumat, 25 Juli 2025 16:41

BULUKUMBA, BUKAMATANEWS - Dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting nasional, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) yang ditempatkan di Desa Bontoraja, Kabupaten Bulukumba, menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 7 Bulukumba, Kecamatan Gantarang, pada 22 Juli 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan persetujuan penuh dari pihak sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya asupan gizi seimbang sebagai fondasi tumbuh kembang optimal dan sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dini.

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bulukumba. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada fisik, kognitif, dan daya saing generasi muda. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan anak-anak usia sekolah menerima asupan nutrisi berkualitas secara rutin.

Dalam paparannya, mahasiswa KKN Unhas menjelaskan secara interaktif mengenai pentingnya pola makan sehat, kebutuhan gizi harian, serta bahaya jangka panjang dari kekurangan nutrisi. Para siswa juga diajak untuk mengenali makanan bergizi yang mudah ditemukan di sekitar mereka dan dibiasakan untuk hidup bersih dan sehat.

"Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa mencegah stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perlu dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan pola makan dan gaya hidup sehat,” ungkap salah satu mahasiswa KKNT Unhas di sela kegiatan.

Sebagai bentuk edukasi yang aplikatif, mahasiswa juga mengadakan aksi simbolis dengan membagikan susu kepada seluruh siswa SMP Negeri 7 Bulukumba. Pemberian ini bukan sekadar bentuk perhatian, melainkan media edukasi mengenai pentingnya konsumsi minuman sehat yang kaya protein dan kalsium untuk mendukung pertumbuhan optimal anak.

“Dengan pembagian susu ini, kami ingin menegaskan bahwa minuman sehat seperti susu memiliki peran penting dalam membantu pemenuhan gizi anak-anak, terutama untuk mendukung Indonesia bebas stunting dan menuju generasi emas 2045,” tambahnya.

Program ini turut disertai pengawasan ketat dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan efektivitas pelaksanaannya. Harapannya, melalui sinergi antara pemerintah, dunia akademik, pihak sekolah, keluarga, dan komunitas lokal, upaya penanggulangan stunting di Kecamatan Gantarang, khususnya di Desa Bontoraja, dapat berjalan maksimal.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Tematik Unhas tidak hanya berkontribusi secara akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat dalam mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. (rls)