Redaksi
Redaksi

Senin, 21 Juli 2025 20:39

FGD Kedua RP2P Kota Makassar 2025–2029 Berlangsung Sukses, Bahas Strategi Pembangunan Perkotaan

FGD Kedua RP2P Kota Makassar 2025–2029 Berlangsung Sukses, Bahas Strategi Pembangunan Perkotaan

FGD kedua penyusunan RP2P Kota Makassar 2025–2029 sukses digelar, membahas strategi penataan ruang, permukiman, infrastruktur, dan digitalisasi tata kota.

MAKASSAR,BUKAMATANEWS - Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion / FGD) kedua untuk penyusunan Rencana Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan (RP2P) Kota Makassar Tahun 2025–2029 sukses digelar hari ini. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan jangka menengah di sektor perkotaan.

FGD ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Sekretaris Daerah Kota Makassar A. Zulkifly, Kepala Bappeda Kota Makassar H. Muh. Dahyal, S.Sos., M.Si, serta Sekretaris Bappeda Fuad Arfandi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota dalam merumuskan arah kebijakan perkotaan yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan.

FGD kedua ini menjadi forum strategis untuk menyerap masukan dari berbagai sektor terkait, termasuk perangkat daerah, akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan. Diskusi berlangsung dinamis dengan membahas isu-isu penting dalam pembangunan kota, seperti:

  • Penataan dan pemanfaatan ruang kota

  • Pengelolaan kawasan permukiman

  • Pengembangan dan pemerataan infrastruktur dasar

  • Pengendalian dampak lingkungan

  • Inovasi dan transformasi digital dalam tata kelola perkotaan

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesamaan visi terhadap masa depan Kota Makassar. Harapannya, dokumen RP2P yang sedang disusun dapat menjadi acuan strategis dalam mengelola pertumbuhan kota secara terpadu, inklusif, dan responsif terhadap tantangan global seperti urbanisasi, perubahan iklim, dan digitalisasi.

“RP2P adalah dokumen yang sangat penting sebagai pedoman pembangunan perkotaan. FGD ini memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif dalam proses penyusunannya,” ujar Kepala Bappeda, H. Muh. Dahyal.

Dalam penutupannya, Sekda Kota Makassar A. Zulkifly menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah dan dukungan dari masyarakat dalam mewujudkan Makassar sebagai kota tangguh, inklusif, hijau, dan berdaya saing tinggi.

FGD kedua ini merupakan bagian dari rangkaian tahapan penyusunan RP2P, yang akan dilanjutkan dengan konsultasi publik dan finalisasi dokumen sebelum ditetapkan secara resmi dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.