Dewi Yuliani : Sabtu, 28 Juni 2025 21:36
Yayasan Islamic Center (YIC) Masjid Al Markas Al-Islami menggelar pembekalan muballig muda, 28 - 29 Juni 2025.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Yayasan Islamic Center (YIC) Masjid Al Markas Al-Islami menggelar pembekalan muballig muda. Kegiatan ini menjadi rangkaian masuknya Bulan Muharram.

Pembekalan muballigh muda ini menjadi literasi media, termasuk dalam pengembangan kapasitas

muballigh dan juga tantangan dakwah di media digital.

Arman Arfan selaku Sekertaris Jendral Yayasan Islamic Center Masjid Al-.Markaz Al-Islami menyampaikan bahwa ini bentuk peningkatan nilai tambah bagi dai-dai muda.

"Masjid Al-Markaz menjadi lokomotif dalam capacity building dan berharap kegiatan ini berkelanjutan dan berjenjang, sehingga nantinya akan terseleksi dan nanti akan terbentuk karakter dai-dai muda," ujar Arman pada kegiatan capacity building di Masjid Al-Markaz.

Sementara, salah satu pemateri Tamsil Tahir memberikan bekal tentang perspektif agama, dai dan santri yang bukan sekedar memindahkan konten ceramah di atas mimbar ke media digital. Tapi memulai dari dirimu, bagaimana caranya teladan untuk diri sendiri seperti perilaku yang baik. Karena, menjadi dai bukan hanya sekedar kata-kata yang disampaikan lewat ceramah tapi juga teladan atau contoh yang baik.

"Untuk menjadi imam-imam perawi hadits, jurnalis-jurnalis, soalnya perawi hadits itu kan adalah para jurnalis-jurnalis sejati yang dia membukukan lintas zaman, meng verifikasi orang-orang yang merawikan hadits dan dibuatkan konten kemudian di bukukan. Dan karakter orang harus bisa jadi contoh dan bisa menjadi cerminan dulu sebelum dia mulai, memindahkan kontennya," tuturnya.

Sementara, Fadlan selaku penanggung jawab kegiatan capacity building menyampaikan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengupgrade skill khususnya muballigh, karena ini adalah muballigh- muballagah yang masih muda. Selain itu membekali bagaimana berdakwah di media sosial.

"Saat ini kita berada di era yang orang-orang lebih banyak berinteraksi di digital. Ini bisa menjadi bekal dan literasi bagi mubaligh muda dan pastinya menjadi tantangan kedepan," kata Fadlan.

Capacity building ini digelar selama dua hari, 28-29 Juni 2025 dengan jumlah peserta 100 orang. Peserta yang ikut datang dari berbagai daerah seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Wajo, Takalar dan Kolaka.

Sebagai pemateri utama, panitia mengundang ustadz kondang Das'ad Latief, yang menyampaikan materi tentang bagaimana menjadi da'i milenial dan tantangan berdakwah di media sosial. Tidak ketinggalan pemateri dari pihak Bank Mandiri yang fokus pada literasi manajemen keuangan.

Kata Fadlan, untuk target yang ingin dicapai dari kegiatan ini, bagaimana mubaligh muda di momentum satu Muharram, tahun baru Islam, mereka mampu menjadikan momentum ini sebagai kilas balik mereka menyampaikan ajaran-ajaran islam itu kepada masyarakat.

Prof Darusalam dan Ustadz Rahman Qayyum, ikut mengambil peran di kegiatan ini. Turut hadir juga Regional CEO Bank Mandiri Sulawesi dan Maluku Atta Alva Wanggai. Bank Mandiri menjadi sponsor utama pada capacity building ini. (*)