MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Teh Riri Makassar menggelar program Ganara Sipakatau. Kegiatan ini merupakan seremoni kelulusan bertajuk Graduation Day.
Acara berlangsung secara hybrid di Nutrihub Makassar dan daring melalui Zoom Meeting. Ini merupakan puncak acara Youth Co: Lab Sub-National Bootcamp 2025 untuk wilayah Sulsel.
Penutupan dilakukan secara resmi oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, Fadli Wellang.
"Saya menekankan pentingnya menyediakan ruang tumbuh dan ekosistem pendukung bagi pemuda untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi berbasis komunitas," kata Fadli Wellang, Rabu, 25 Mei 2025.
CEO dan Founder Teh Riri, Indah Febriany, yang juga hadir sebagai mentor dan pembicara menyampaikan harapannya agar program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah dan ekosistem baru bagi tumbuhnya inovasi sosial pemuda di Sulsel.
"Dengan dukungan dari UNDP, Citi Foundation, Youth Co: Lab, Samsara Indonesia, dan berbagai mitra seperti Nutrihub, serta Dispora Kota Makassar, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemuda, pemerintah, dan komunitas," kata Riri.
Hadir pula dalam acara ini Rizqi Magdawati dari UNDP Indonesia selaku perwakilan Youth Empowerment Initiative, serta Muhammad Hafizh dari Samsara Indonesia yang berperan aktif sebagai perpanjangan tangan UNDP Indonesia di beberapa provinsi dalam proses bootcamp.
Sebanyak 50 tim dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel mengikuti proses kurasi awal, yang kemudian diseleksi menjadi 20 tim untuk mengikuti pelatihan dan sesi mentoring intensif. Dari proses tersebut, 13 tim terpilih melanjutkan ke tahap pitching di hadapan panel juri untuk mempresentasikan solusi inovatif mereka terhadap isu sosial, lingkungan, dan ekonomi daerah.
Tiga tim terbaik berhasil keluar sebagai pemenang Youth Co:Lab South Sulawesi 2025. Sitinaja Coco meraih posisi Juara 1 berkat inovasinya dalam pengolahan kelapa lokal secara berkelanjutan. Lontar menempati posisi Juara 2 dengan gagasannya yang mendorong pelestarian literasi dan budaya lokal berbasis teknologi. Sementara itu, Detral meraih Juara 3 berkat solusi mereka dalam pengelolaan limbah rumah tangga berbasis pemberdayaan masyarakat.
Acara ini turut didukung oleh berbagai kampus dan media partner yang memperluas jangkauan serta dampak dari program ini kepada masyarakat luas. (*)
BERITA TERKAIT
-
OPD Teken Perjanjian Kinerja 2026, Munafri Tekankan Perencanaan Presisi dan Kolaborasi
-
Wali Kota Munafri & Ketua TP PKK, Dampingi Wamendukbangga Tinjau Kampung KB dan Program Gizi di Makassar
-
Percepatan RPJMD Makassar 2025–2029, Pemkot Makassar Mulai Panaskan Mesin Pembangunan 2027
-
Puluhan Tahun Berdiri Diatas Trotoar, Pemkot Makassar Tertibkan 19 Lapak PKL di Jalan Sultan Alauddin
-
Pemkot Makassar Revitalisasi Tiga Terminal, Siapkan Transportasi Terintegrasi