Jelang Musda, Golkar Sulsel Dihiasi Enam Kandidat Ketua
02 Februari 2026 13:53
Sulsel jadi penggerak utama ekonomi kawasan timur Indonesia. Pertumbuhan 5,78% pada awal 2025 memperkuat posisi Sulsel di 5 besar nasional.
BUKAMATANEWS — Perekonomian Sulawesi Selatan mencatatkan kinerja impresif pada Triwulan I 2025 dengan pertumbuhan sebesar 5,78 persen (year-on-year), meningkat signifikan dibandingkan capaian pada Triwulan IV 2024 yang berada di angka 5,18 persen. Pencapaian ini menempatkan Sulawesi Selatan di peringkat kelima secara nasional sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi.
Hal ini disampaikan oleh Analis Senior Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan Dhony Iwan Kristanto , saat memberikan materi dalam pelatihan wartawan di Hotel Novotel Malioboro, Yogyakarta, Selasa pagi (24/6/2025).
“Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada awal tahun 2025 menunjukkan tren positif. Ini adalah sinyal yang menggembirakan, mengingat berbagai tekanan global dan perlambatan ekonomi nasional,” ungkap Dhony.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada Triwulan I 2025 didorong oleh kinerja kuat dari beberapa sektor utama, terutama pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Di sektor pertanian, peningkatan produksi padi yang mencapai 139,22% (yoy) menjadi penopang utama, dipicu oleh cuaca yang lebih bersahabat dan efek basis rendah (low base effect) akibat El Nino tahun sebelumnya. Selain itu, produksi ikan tangkap juga meningkat sebesar 5,87% berkat optimalisasi alat bantu seperti Fish Aggregating Device (FAD).
Meski demikian, beberapa sektor lain masih menunjukkan kontraksi. Sektor konstruksi mengalami perlambatan karena penurunan belanja modal dari APBN dan APBD, tercermin dari penurunan konsumsi semen sebesar -14% (yoy). Sektor pertambangan juga terkontraksi seiring penurunan produksi nikel matte sebesar 6% dan galian C sebesar 3%.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan peningkatan sebesar 4,71% (yoy). Hal ini didorong oleh penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) dan pergeseran Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan ke Triwulan I 2025. Sementara itu, ekspor antar daerah mengalami lonjakan signifikan dari 9,23% menjadi 16,61% (yoy), menandakan pemulihan distribusi barang dan logistik yang semakin kuat.
“Sulawesi Selatan berhasil mencatat pertumbuhan yang tinggi di tengah kondisi global yang tidak pasti. Kontribusinya sangat penting bagi pertumbuhan kawasan Sulawesi yang secara keseluruhan mencapai 6,40 persen,” tambah Dhony.
Peningkatan volume bongkar muat di pelabuhan juga turut mengindikasikan membaiknya aktivitas perdagangan, sejalan dengan peran Sulsel sebagai pusat logistik dan konektivitas di kawasan timur Indonesia.
Namun, Dhony juga mengingatkan bahwa tantangan tetap ada, khususnya dari faktor global seperti ketegangan geopolitik, perang tarif, dan fragmentasi perdagangan internasional. Ia menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ini melalui hilirisasi industri, percepatan investasi infrastruktur, dan penguatan sektor ekspor.
“Kita punya modal kuat, tapi juga tantangan besar. Pertumbuhan seperti ini harus dijaga dengan kebijakan yang adaptif dan kolaboratif,” tutupnya.
02 Februari 2026 13:53
02 Februari 2026 13:45
02 Februari 2026 13:44
02 Februari 2026 13:39
02 Februari 2026 12:49
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43