Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 28 Mei 2025 21:18

CV Tata Natura Agrosari, mengekspor bubuk kakao ke Timur Tengah. Pengiriman perdana dilakukan 23 Mei 2025 lalu.
CV Tata Natura Agrosari, mengekspor bubuk kakao ke Timur Tengah. Pengiriman perdana dilakukan 23 Mei 2025 lalu.

Tata Natura Agrosari Makassar Ekspor Bubuk Kakao ke Timur Tengah

Sebagai produsen kakao ketiga terbesar di dunia, Indonesia telah lama turut andil dalam memenuhi permintaan pasar kakao dunia.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Salah satu perusahaan asal Makassar, CV Tata Natura Agrosari, mengekspor bubuk kakao ke Timur Tengah. Pengiriman perdana dilakukan 23 Mei 2025 lalu.

"Alhamdulillah kami bisa mengirim dua kontainer 40 feet dengan total 54 ton cocoa powder, dan ini adalah pengiriman perdana ke Timur Tengah. Selain itu, juga ada buyer dari Korea Selatan dengan merek Tanari," kata Taslim, Direktur CV Tata Natura Agrosari, di Jakarta.

Taslim mengungkapkan, beberapa turunan biji kakao (pasta kakao, mentega kakao, dan bubuk kakao) yang diperdagangkan di kode HS lainnya. Produk kakao turunan ini terutama digunakan dalam industri makanan, minuman, dan kembang gula.

"Biasanya tidak dijual langsung di pasar konsumen. Produk turunan kakao yang dibutuhkan dan digunakan oleh suatu produsen akan berbeda-beda sesuai dengan kapasitas dan skala produsen serta penggunaan akhir produk tersebut," jelasnya.

Untuk diketahui, sebagai produsen kakao ketiga terbesar di dunia, Indonesia telah lama turut andil dalam memenuhi permintaan pasar kakao dunia. Di tahun 2021 lalu, nilai ekspor kakao Indonesia bahkan mencapai USD1,2 miliar. Tak cuma dalam bentuk mentah, Indonesia juga mampu mengekspor berbagai jenis olahan dan produk turunan kakao. 

Pada tahun 2022, Indonesia paling banyak mengekspor produk kakao ke negara India (17%), Amerika Serikat (15%), dan China (10%). Ketiga negara ini memang yang memiliki penduduk terbanyak di dunia dan merupakan pusat perdagangan. 

Pasar komoditas terutama menawarkan kakao curah, yang diproduksi dalam volume tinggi dan kualitas standar. Kakao curah menempati lebih dari 90% dari seluruh pasar, dan sangat berorientasi pada harga (sehingga mengikuti harga internasional). 

"Kami mendapat permintaan bubuk coklat yang cukup besar dengan berbagai varian. Misalnya Dark Brown, Brown, dan juga permintaan Mentega Coklat ( Cocoa Butter) di pasar internasional. Dan kita punya kualitas yang bisa bersaing dengan negara lain," lanjut Taslim yang sudah menggeluti produk kakao sejak tahun 2000.

Industri minuman terutama membutuhkan kakao bubuk, sedangkan industri kue menuntut baik pasta kakao maupun bubuk kakao. Industri cokelat menggunakan cairan kakao, mentega kakao, dan couverture. Begitupun industri kosmetik yang membutuhkan cocoa butter. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Tata Natura Agrosari #Ekspor kakao #Timur Tengah