Redaksi
Redaksi

Rabu, 28 Mei 2025 14:41

Akhiri Kekosongan 17 Bulan, Wali Kota Munafri Lantik Sekda Definitif Makassar

Akhiri Kekosongan 17 Bulan, Wali Kota Munafri Lantik Sekda Definitif Makassar

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi melantik Dr. Andi Zulkifli Nanda sebagai Sekda definitif setelah 17 bulan kekosongan jabatan. Pelantikan ini diharapkan mempercepat program strategis kota

 

MAKASSAR,BUKAMATANEWS  – Setelah kekosongan jabatan selama hampir 17 bulan, Pemerintah Kota Makassar akhirnya memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi melantik Dr. Andi Zulkifli Nanda sebagai Sekda definitif di Balai Kota Makassar, Rabu (28/5/2025).

Jabatan Sekda sebelumnya kosong sejak Muh Anshar memasuki masa purna bakti per 31 Desember 2023. Selama masa transisi, posisi tersebut diisi secara bergantian oleh Pelaksana Harian (Plh), Pejabat Pelaksana Tugas (Plt), maupun Penjabat (Pj).

Pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Wakil Ketua DPRD Makassar Andi Suharmika, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD Pemkot Makassar.

Munafri menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan struktural, namun langkah strategis memperkuat sistem tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Fungsi sentral Sekretaris Daerah ini memberikan kekuatan pada tata kelola pemerintahan. Tugas-tugas ke depan tidak ringan, meski tampak sederhana. Tantangan kita besar,” kata Munafri.

Ia juga menekankan pentingnya loyalitas, sinergi, dan kecepatan dalam menjalankan program strategis lima tahun ke depan, termasuk program prioritas Asta Cita Presiden.“Tata kelola ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus kolaboratif, saling memahami, dan berorientasi pelayanan,” tambahnya.

Munafri mengajak seluruh ASN di lingkup Pemkot Makassar untuk mendukung Sekda yang baru guna menciptakan birokrasi yang efektif, responsif, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Ini bukan tentang saya sebagai wali kota, bukan tentang Ibu Aliyah sebagai wakil wali kota, atau pak Sekda sebagai individu. Ini tentang Pemerintah Kota Makassar sebagai satu kesatuan tim,” tegas Munafri.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan adalah bentuk pengabdian, bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani masyarakat.

“Kita hadir sebagai pelayan. Tidak boleh ada alasan untuk tidak membantu masyarakat menyelesaikan persoalan mereka sekecil apa pun,” tutup Munafri.

Dengan pelantikan ini, diharapkan Pemkot Makassar semakin solid dalam menjalankan roda pemerintahan dan mempercepat pencapaian target pembangunan kota.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer