Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Hingga Agustus Naik 12,9%
17 September 2026 21:12
Fraksi PKB menilai target pertumbuhan ekonomi 2026 terlalu konservatif dan usulkan proyeksi 5,6% hingga 6% agar sejalan dengan target 8% Presiden Prabowo di 2029.
BUKAMATANEWS – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) masih terbilang konservatif. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,2% hingga 5,8%, namun PKB mendorong angka tersebut dinaikkan.

Dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (27/5), anggota Fraksi PKB Rifqy Abdul Halim menyampaikan bahwa target yang ditetapkan pemerintah terlihat belum mencerminkan semangat pencapaian visi ekonomi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% pada 2029.
“Rentang target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 cukup konservatif dan terbilang underestimate atau kurang optimis apabila dikaitkan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% di akhir periode pemerintahan,” ujar Rifqy.
Usul Proyeksi Lebih Tinggi

Fraksi PKB mendorong agar pemerintah menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, di kisaran 5,6% hingga 6% pada tahun 2026. Namun, capaian ini menurut mereka memerlukan penguatan serius terhadap fondasi ekonomi domestik.
Rifqy menekankan bahwa untuk mendorong pertumbuhan tersebut, pemerintah perlu melakukan langkah strategis, antara lain:
Meningkatkan konsumsi rumah tangga
Menarik investasi padat modal dan padat karya
Mendorong ekspor
Menguatkan daya beli masyarakat
Mempercepat program MBG (Membangun dari Desa dan Kawasan Terluar)
Selain itu, pemerintah juga diminta untuk memastikan bahwa agenda hilirisasi industri, transformasi digital, serta pengembangan ekonomi baru dijalankan secara konsisten dan sesuai dengan target waktu.
17 September 2026 21:12
17 September 2026 20:51
17 September 2026 20:17
17 September 2026 19:49
17 September 2026 18:38