Redaksi
Redaksi

Selasa, 27 Mei 2025 17:22

Pemerintah Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Bawah 6 %, PKB: Kurang Optimis

Pemerintah Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Bawah 6 %, PKB: Kurang Optimis

Fraksi PKB menilai target pertumbuhan ekonomi 2026 terlalu konservatif dan usulkan proyeksi 5,6% hingga 6% agar sejalan dengan target 8% Presiden Prabowo di 2029.

BUKAMATANEWS – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) masih terbilang konservatif. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,2% hingga 5,8%, namun PKB mendorong angka tersebut dinaikkan.

Dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa (27/5), anggota Fraksi PKB Rifqy Abdul Halim menyampaikan bahwa target yang ditetapkan pemerintah terlihat belum mencerminkan semangat pencapaian visi ekonomi Presiden terpilih Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% pada 2029.

“Rentang target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 cukup konservatif dan terbilang underestimate atau kurang optimis apabila dikaitkan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% di akhir periode pemerintahan,” ujar Rifqy.

Usul Proyeksi Lebih Tinggi

Fraksi PKB mendorong agar pemerintah menetapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, di kisaran 5,6% hingga 6% pada tahun 2026. Namun, capaian ini menurut mereka memerlukan penguatan serius terhadap fondasi ekonomi domestik.

Rifqy menekankan bahwa untuk mendorong pertumbuhan tersebut, pemerintah perlu melakukan langkah strategis, antara lain:

  • Meningkatkan konsumsi rumah tangga

  • Menarik investasi padat modal dan padat karya

  • Mendorong ekspor

  • Menguatkan daya beli masyarakat

  • Mempercepat program MBG (Membangun dari Desa dan Kawasan Terluar)

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk memastikan bahwa agenda hilirisasi industri, transformasi digital, serta pengembangan ekonomi baru dijalankan secara konsisten dan sesuai dengan target waktu.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer