JENEPONTO, BUKAMATANEWS – Para joki tampak sigap memacu kuda andalan mereka dalam ajang Balap Kuda Tradisional di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Lomba yang dikenal masyarakat setempat sebagai “Pa’ lumba Jarang” ini rutin digelar setiap hari Minggu, menjadi hiburan sekaligus ajang unjuk kebolehan bagi kuda-kuda peliharaan warga.

Uniknya, lintasan balap yang digunakan berada di Bangkala, tepat di tengah kota Jeneponto. Meski panjang lintasan hanya sekitar 600 hingga 900 meter dan dibangun dengan sangat sederhana, antusiasme penonton dan para joki tidak pernah surut.
Bagi masyarakat Jeneponto, tradisi pacuan kuda ini bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga cerminan budaya dan identitas daerah. Suara gemuruh sorakan penonton menambah semangat para joki untuk meraih posisi juara, sementara kuda-kuda terbaik saling berpacu menunjukkan kehebatan mereka.
Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap kuda, warga Jeneponto terus menjaga dan melestarikan tradisi pacuan kuda ini sebagai warisan budaya yang membanggakan.
FOTO/TEKS: MUCHTAMIR ZAIDE
BERITA TERKAIT
-
Bupati Jeneponto Minta OPD Terkait Hadirkan Langkah Konkret Tangani Anak Tidak Sekolah
-
Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Jeneponto Pimpin Rapat Penentuan Luas Tanam dan MT II Tahun 2026
-
Di Hari Jadi Jeneponto ke-163, Gubernur Andi Sudirman Ungkap Kontribusi Besar Hamka B Kady untuk Pembangunan Sulsel
-
Ribuan Warga Ramaikan Jalan Santai Bahagia, Bupati Jeneponto Ajak Perkuat Kebersamaan
-
279 PPPK Jeneponto Terima SK Perpanjangan Perjanjian Kerja