JENEPONTO, BUKAMATANEWS – Para joki tampak sigap memacu kuda andalan mereka dalam ajang Balap Kuda Tradisional di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Lomba yang dikenal masyarakat setempat sebagai “Pa’ lumba Jarang” ini rutin digelar setiap hari Minggu, menjadi hiburan sekaligus ajang unjuk kebolehan bagi kuda-kuda peliharaan warga.

Uniknya, lintasan balap yang digunakan berada di Bangkala, tepat di tengah kota Jeneponto. Meski panjang lintasan hanya sekitar 600 hingga 900 meter dan dibangun dengan sangat sederhana, antusiasme penonton dan para joki tidak pernah surut.
Bagi masyarakat Jeneponto, tradisi pacuan kuda ini bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga cerminan budaya dan identitas daerah. Suara gemuruh sorakan penonton menambah semangat para joki untuk meraih posisi juara, sementara kuda-kuda terbaik saling berpacu menunjukkan kehebatan mereka.
Dengan semangat gotong royong dan kecintaan terhadap kuda, warga Jeneponto terus menjaga dan melestarikan tradisi pacuan kuda ini sebagai warisan budaya yang membanggakan.
FOTO/TEKS: MUCHTAMIR ZAIDE
BERITA TERKAIT
-
Temui Hamka B Kady, Bupati Jeneponto Harap Dukungan Peningkatan Infrastruktur Jalan Hingga Pembangunan Pasar Turatea
-
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026, Targetkan Prestasi dan Junjung Sportivitas
-
Dari Lapangan Kantor Bupati, 927 TPK Satukan Langkah Wujudkan Jeneponto Bebas Stunting
-
Gubernur Sulsel Bantu Dg Sangkala, Warga Jeneponto yang Lumpuh dan Bertahun-tahun Tinggal di Gubuk
-
Melalui Gesit Data Presisi, Dinas P2KB Jeneponto Perkuat Validasi Data untuk Percepatan Penurunan Stunting