Redaksi
Redaksi

Minggu, 25 Mei 2025 17:22

Barang bukti berupa bendera ISIS diamankan saat aparat gabungan menggerebek rumah seorang pelajar SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sabtu, (24/5/2025). (dok:kompascom)
Barang bukti berupa bendera ISIS diamankan saat aparat gabungan menggerebek rumah seorang pelajar SMA di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sabtu, (24/5/2025). (dok:kompascom)

Densus 88 Tangkap Pelajar SMA di Gowa, Diduga Terlibat Jaringan Teroris ISIS

Densus 88 menangkap dua remaja di Gowa, Sulsel, karena diduga terlibat jaringan teroris ISIS. Salah satunya pelajar SMA yang aktif mengajar mengaji. Simak fakta lengkapnya.

MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MM (19), ditangkap oleh tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Polres Gowa karena diduga terlibat dalam jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu (24/5/2025) pukul 17.30 WITA di wilayah Kecamatan Pallangga. Dari hasil penggeledahan rumah MM di Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, aparat menyita barang bukti berupa bendera bertuliskan simbol ISIS.

Ketua RW 04 Borongraukang, Nasir Daeng, mengaku terkejut dengan penangkapan tersebut. Ia mengatakan MM dikenal sebagai remaja pendiam yang aktif mengajar mengaji di pondok tahfiz setempat.
“Memang ada warga kami yang diamankan. Selama ini dia masih sekolah dan dikenal rajin mengaji. Saya kaget karena tidak ada tanda-tanda mencurigakan,” ujar Nasir saat dihubungi, Minggu (25/5/2025).

Keluarga Bantah Keterlibatan MM

Pihak keluarga MM juga menyatakan kebingungan atas tuduhan keterlibatan anak mereka dalam aktivitas terorisme. Orangtua MM, yang diinisialkan SH, mengungkapkan bahwa putranya membiayai sendiri sekolahnya dengan mengajar mengaji.
“Anak saya tidak pernah keluar dari Sulawesi Selatan, apalagi terlibat hal-hal seperti itu. Dia selama ini fokus belajar dan mengajar mengaji,” tutur SH.

Setelah penangkapan, MM langsung dibawa ke Mapolda Sulawesi Selatan dan kemudian diterbangkan ke Mabes Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Saat ini, kediaman MM dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Remaja Lain Ditangkap karena Sebar Propaganda ISIS

Selain MM, Densus 88 juga mengamankan remaja lainnya berinisial MAS (18) di lokasi berbeda pada hari yang sama. MAS diduga menyebarkan konten radikal pro-ISIS melalui media sosial dan aplikasi perpesanan.

Dalam keterangan resmi dari PPID Densus 88, MAS diketahui mengelola sebuah grup WhatsApp bernama "Daulah Islamiah" yang telah aktif sejak Desember 2024. Grup tersebut digunakan sebagai wadah penyebaran paham ekstrem, termasuk pembenaran terhadap aksi bom bunuh diri.

“Dalam grup tersebut ditemukan pembahasan mengenai legitimasi penggunaan bom bunuh diri dalam konteks peperangan yang selaras dengan ideologi ISIS,” ungkap AKBP Mayndra Eka Wardhana, perwakilan Densus 88, dalam pernyataan tertulis.

Sebagai barang bukti, aparat menyita sebuah ponsel dan satu unit motor Honda Blade milik MAS yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyebaran propaganda teror.

Peringatan dari Densus 88

Densus 88 menegaskan akan terus memantau dan menindak penyebaran paham radikal, terutama yang menyasar generasi muda melalui platform digital. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi penyebaran paham ekstrem.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer