Redaksi
Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 13:20

Kisah Warga Indonesia yang Selalu Mendapat Emas Setiap Bertemu Raja Arab Saudi

Kisah Warga Indonesia yang Selalu Mendapat Emas Setiap Bertemu Raja Arab Saudi

Pada tahun 1950, seorang warga Palembang menyelamatkan nyawa cucu Raja Arab Saudi, Abdullah, dan menerima emas serta uang melimpah sebagai balas jasa.

BUKAMATANEWS - Kisah luar biasa datang dari seorang warga Palembang yang menjadi sorotan setelah jasanya menyelamatkan nyawa cucu Raja Arab Saudi, Abdullah, pada Oktober 1950. Cerita ini diabadikan oleh ulama besar Indonesia, Buya Hamka, dalam catatan perjalanan haji berjudul "Mandi Tjahaja di Tanah Sutji".

Saat itu, Abdullah yang merupakan cucu Raja Ibnu Saud mengalami kecelakaan saat menunggang kuda. Akibatnya, kakinya patah dan dokter di Makkah menyimpulkan bahwa amputasi adalah satu-satunya solusi. Namun, seorang warga Palembang yang mengaku sebagai tabib datang ke istana dan menawarkan pengobatan alternatif.

Awalnya, Sang Raja dan para dokter meragukan kemampuannya. Namun, karena tidak ada pilihan lain, pengobatan tersebut diizinkan. Tabib tersebut hanya meminta sebatang rotan dan mulai melakukan pijatan sambil membaca doa. Ajaibnya, setelah tiga hari, kaki Abdullah sembuh total tanpa harus diamputasi.

Raja Ibnu Saud sempat mencurigai adanya unsur sihir, tetapi tabib tersebut menegaskan bahwa ia hanya berdoa kepada Tuhan dengan penuh keyakinan. Mendengar jawaban itu, Sang Raja pun merasa lega dan berkata "Tamanna!", yang berarti ia boleh meminta apa saja.

Namun, pria Palembang tersebut hanya mengucapkan, "Lanjutkanlah usia Sri Baginda Raja." Karena tidak meminta harta, Sang Raja menawarkan posisi kepala rumah sakit kerajaan di Makkah, tetapi tawaran itu ditolak. Sebagai balas jasa, Abdullah yang kelak menjadi Raja Arab Saudi ke-6 (2005-2015) kerap memberinya emas dan uang setiap kali bertemu.

Kisah warga Palembang yang tidak diketahui namanya itu menjadi bukti lain dari keberhasilan orang Indonesia di Arab Saudi. Sejarawan Henry Chambert-Loir dalam bukunya "Naik Haji di Masa silam: Kisah-kisah orang Indonesia Naik Haji 1482-1964" mencatat sejumlah nama sukses asal Indonesia di Jazirah Arab pada dekade 1950-an. Namun, tak ada yang seberuntung pria Palembang ini yang hidup berkecukupan tanpa harus bekerja keras.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer