Cuaca Ekstrem di Makassar dan Sulawesi Selatan: Waspada Peralihan Musim
Cuaca panas terik yang mendadak berubah menjadi hujan deras di Makassar dan Sulawesi Selatan merupakan ciri khas peralihan musim. BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem akibat dinamika atmosfer yang labil.
MAKASSAR,BUKAMATANEWS - Beberapa pekan terakhir, masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan merasakan cuaca panas terik pada siang hari, namun sering kali mendadak hujan deras pada sore atau malam.

Fenomena ini merupakan ciri khas masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Dalam transisi musim ini, kondisi atmosfer yang labil dapat memicu cuaca ekstrem yang cukup membahayakan.
Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (17/5/2025), fenomena ini terjadi akibat terjadinya pembentukan awan konvektif seperti Cumulonimbus (CB). Awan jenis ini berpotensi menyebabkan hujan lebat, petir, angin kencang, bahkan hujan es, yang menjadi ancaman bagi aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Selatan.
BMKG juga memprediksi sekitar 57,7% wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, akan memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2025. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2025, dengan durasi yang lebih singkat di sebagian besar wilayah.
Pada minggu terakhir, cuaca ekstrem dengan hujan sangat lebat juga tercatat di beberapa wilayah, seperti pada 9 Mei 2025 di Kabupaten Jembrana, Bali (121,4 mm/hari) dan 14 Mei 2025 di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (105,7 mm/hari). Fenomena serupa juga berpotensi terjadi di Sulawesi Selatan dalam beberapa hari mendatang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat datang secara tiba-tiba, terutama hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Dinamika atmosfer yang fluktuatif dan perubahan suhu udara yang signifikan antara pagi dan siang hari memperburuk ketidakpastian cuaca di periode ini.
Proyeksi Cuaca Sepekan ke Depan
Menurut BMKG, kondisi cuaca di Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia lainnya diperkirakan akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan ringan. Namun, perlu diwaspadai peningkatan intensitas hujan dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang, terutama pada periode 16-18 Mei 2025.
Beberapa wilayah yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat adalah Kalimantan Timur, Papua Tengah, Papua Selatan, serta Sulawesi Tengah. Masyarakat yang berada di daerah-daerah ini diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan menjaga kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat.
Selain itu, potensi angin kencang diperkirakan akan terjadi di Bali, NTB, NTT, dan Maluku, yang dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas luar ruangan.
Tindakan Antisipasi
Pemerintah daerah dan masyarakat di Sulawesi Selatan disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Keadaan cuaca yang labil bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti transportasi, pertanian, hingga keselamatan di luar ruangan. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau kondisi cuaca dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.
Dengan memperhatikan ramalan cuaca dan menjaga kesiapan dalam menghadapi cuaca ekstrem, diharapkan masyarakat dapat lebih aman dan terlindungi dari dampak buruk yang mungkin timbul selama masa peralihan musim ini.
News Feed
Percepat Pembentukan BNNK Luwu Timur, Bupati Irwan Temui Kepala BNN RI
19 Juni 2026 21:11
Usia Baru 9 Tahun, Alya Hadirkan Tiga Buku Inspiratif untuk Anak Indonesia
19 Juni 2026 20:02
