Lebih dari 100 Siswa Keracunan Usai Santap Makan Siang Gratis yang Tercemar Bangkai Ular
Lebih dari 100 siswa di Bihar, India, keracunan makanan tercemar bangkai ular. NHRC selidiki insiden dan masyarakat tuntut pertanggungjawaban pemerintah.

BUKAMATANEWS - Insiden mengejutkan terjadi di kota Mokama, negara bagian Bihar, India, ketika lebih dari 100 anak sekolah dilaporkan jatuh sakit setelah menyantap makan siang gratis yang diduga sempat tercemar bangkai ular. Peristiwa ini memicu penyelidikan resmi dari Komisi Hak Asasi Manusia Nasional India (NHRC) dan gelombang protes dari masyarakat setempat.
Dalam pernyataan resminya, NHRC menyebut insiden terjadi di sebuah sekolah negeri yang dikelola pemerintah.
"Diduga, juru masak menyajikan makanan kepada anak-anak setelah mengeluarkan seekor ular mati dari dalam makanan," tulis NHRC, mengutip laporan dari AFP, Sabtu (3/5/2025).
Akibat kejadian tersebut, lebih dari 100 siswa mengalami gejala keracunan makanan, memicu kemarahan orang tua dan warga desa. Aksi protes spontan pun terjadi, termasuk pemblokiran jalan sebagai bentuk tuntutan terhadap kelalaian pihak sekolah dan pemerintah.
"Berita mengenai anak-anak yang jatuh sakit akibat mengonsumsi makan siang sekolah telah memicu aksi pemblokiran jalan oleh warga desa yang marah," lanjut pernyataan NHRC.
Program makan siang gratis merupakan salah satu kebijakan utama pemerintah India untuk meningkatkan partisipasi siswa di sekolah negeri, khususnya di wilayah miskin seperti Bihar. Program ini telah berjalan selama bertahun-tahun dan menjangkau jutaan anak setiap hari.
Namun, insiden ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap keamanan dan kebersihan makanan di sekolah-sekolah.
NHRC menegaskan telah meminta laporan menyeluruh dari pejabat negara bagian dan kepolisian. Laporan itu diharapkan memuat kondisi terkini siswa yang terdampak serta hasil penyelidikan mengenai asal makanan tercemar tersebut.
“Jika laporan-laporan tersebut terbukti benar, maka hal ini merupakan isu serius yang berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia anak-anak,” tegas NHRC.
Tragedi ini juga mengingatkan publik pada insiden serupa yang terjadi pada tahun 2013 di distrik Saran, Bihar, di mana 23 anak meninggal dunia setelah mengonsumsi makanan sekolah yang tercemar pestisida. Peristiwa itu sempat mengguncang India dan mendorong reformasi kebijakan keamanan pangan di sekolah.
News Feed
Percepat Pembentukan BNNK Luwu Timur, Bupati Irwan Temui Kepala BNN RI
19 Juni 2026 21:11
Usia Baru 9 Tahun, Alya Hadirkan Tiga Buku Inspiratif untuk Anak Indonesia
19 Juni 2026 20:02
