Redaksi
Redaksi

Kamis, 01 Mei 2025 13:58

Di Hadapan Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Dukung UU Perampasan Aset Koruptor

Di Hadapan Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Dukung UU Perampasan Aset Koruptor

Dalam pidato Hari Buruh, Presiden Prabowo Subianto dukung penuh UU Perampasan Aset dan berjanji tarik kembali kekayaan negara dari tangan koruptor.

BUKAMATANEWS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan dukungannya terhadap Undang-Undang Perampasan Aset sebagai bagian dari upaya memberantas korupsi di Indonesia. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5).

Prabowo menilai koruptor harus bertanggung jawab tidak hanya secara pidana, tetapi juga dengan mengembalikan seluruh hasil kejahatannya kepada negara.

“Saya dukung Undang-Undang Perampasan Aset. Enak aja udah nyolong, nggak mau balikin aset. Saya tarik kembali itu semua,” tegas Prabowo disambut sorakan dari ribuan buruh yang hadir.

Presiden yang baru dilantik itu menyebut dirinya telah lama memahami praktik-praktik korupsi karena latar belakang kehidupannya yang tumbuh di Jakarta. Ia pun menegaskan tidak akan ragu menarik kembali aset milik negara yang dikuasai oleh oknum koruptor.

“Kenapa mereka takut saya jadi presiden? Karena saya tahu semua tipu-tipunya. Saya lahir dan besar di Betawi. Saya tahu mana aset milik rakyat, dan saya akan tarik kembali itu semua untuk negara,” katanya lantang.

Lebih lanjut, Prabowo juga mengutip konstitusi sebagai dasar legal dan moral dalam pengelolaan sumber daya nasional. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk kemakmuran rakyat, bukan dikuasai segelintir elite yang menyalahgunakan wewenang.

“UUD kita jelas. Sumber daya alam dan produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengingatkan para buruh agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba memanipulasi gerakan buruh untuk kepentingan tertentu, termasuk membela pelaku korupsi.

“Jangan sampai kalian dibayar untuk turun ke jalan membela koruptor. Itu bukan perjuangan rakyat,” imbuhnya.

Pidato Presiden Prabowo pada Hari Buruh tahun ini tidak hanya menyuarakan komitmen terhadap nasib buruh, tetapi juga mempertegas sikap keras pemerintah terhadap korupsi dan pengembalian aset negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer